5 Tahun Kopi Jabar Mendunia

Ridwan Kamil Lakukan Coffee Brewing

31

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil optimistis acara Ngopi Saraosna Vol 6 di Gedung Sate, bakal menjadi momentum bagi kopi asal Jawa Barat bisa mendunia. Karena keinginannya itu dirinya ingin membentuk Forum Kopi Jabar, yang berisikan para petani, pedagang, pegiat, sampai akademisi, untuk membahas permasalahan kopi dan solusinya, dari A sampai Z.

TINYUH KOPI: Gubernur
Jabar, Ridwan Kamil saat menuangkan air untuk menyeduh kopi di acara Ngopi Saraosna Vol 6 di Gedung Sate
Bandung, kemarin (12/10).

”Kami menginginkan para petani memiliki teknologi canggih dan ilmu dagang yang hebat, dan saya tidak mau petani jadi petani yang tidak sejahtera kalah oleh broker atau penjual-penjual di sistemnya,” kata Ridwan Kamil pada Jabar Ekspres, kemarin (12/10).

Gubernur yang karib disapa Emil itu pun mengungkapkan, pihaknya menargetkan program tersebut jalan dalam waktu tiga tahun. Dia akan mendorong pemasaran kopi di Jabar sampai dunia.

”Pemprov Jabar dukungan untuk ini akan all out. Kami tahu selama ini demand untuk kopi ini tinggi di dunia. Kuncinya, bagaimana semua pihak sejahtera, mulai dari petani sampai yang punya cafe,” ungkapnya.

Para petani pun, lanjutnya, harus mulai menggarap pemasaran secara dalam jaringan (daring/online) di berbagai pasar online seperti Bukalapak atau Tokopedia. Dengan demikian, pasar internasional akan terbuka lebar.

”Penjualan online, pengiriman, sampai pengemasan, sangat berperan penting di sini.Sekarang kopi ini adalah komoditas paling dicari dan menjadi kompetitif adalah sebuah ukuran. Nah Jawa Barat karena sejarahnya dulu penghasil kopi, lima tahun ke depan harus dibangkitkan lagi menjadi provinsi kopi terbaik dunia,” jelasnya.

Dia juga mengaku, pemerintah Provinsi Jabar pun akan ngebut menjadikan kopi java preanger khas Jabar ini sebagai produk yang dikenal dunia sehingga menyejahterakan para petaninya. ”Kita mulai momentum ini untuk menjadikan Jabar sebagai provinsi kopi dunia lewat sebuah tekad yang kuat,” terangnya.

Dalam kegiatan diskusi bersama pegiat kopi tersebut, Emil melanjutkan, pertama-tama akan menginput berbagai masalah dan data dari hulu sampai hilir mengenai kopi di Jawa Barat. ”Dengan demikian, bisa diketahui di bagian mana saja permasalahannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, usai membuka acara festival kopi Jabar bertajuk Ngopi Saraosna (Ngora) Vol 6 di halaman Gedung Sate Bandung. Sebagai penanda, Emil, melakukan coffee brewing (meracik kopi) yang kemudian dibagian kepada pengunjung.

”Dengan ini acara Ngopi Saraosna Vol 6 secara resmi saya buka. Silakan 2 hari ini datang ke Gedung Sate bersama keluarga nikmati kopi Jawa Barat,” kata Emil disambut meriah.

Berbagai acara menarik disajikan Ngora 6 hingga Sabtu besok. Di hari pertamanya, sejak siang sudah terlihat ratusan pengunjung memadati area Gedung Sate menikmati kopi dan aneka hiburan. Sebelum membuka acara, Emil bersama ratusan komunitas motor yang tergabung dalam Gentleman’s Ride melakukan city riding mengitari ruas jalan di Kota Bandung.

Setibanya ke Gedung Sate, Emil didampingi Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum langsung menghadiri salah satu rangkaian Ngora 6 yaitu ”Ngawangkong Bersama Gubernur” di area timur Gedung Sate. Dalam acara yang dihadiri para petani kopi Jabar dan praktisi kopi itu, dibahas mengenai sejarah, perkembangan dan strategi menjadikan kopi Jabar juara di dunia.

Selain kopi Jabar mendunia, Emil juga akan menjadikan Jabar sebagai provinsi kopi di Indonesia. Ia mengatakan, Jabar sangat kaya akan kopi. Setiap gunung di Jabar terdapat kopi yang memiliki rasa khas.

Jabar kini juga telah memulai dihadirkannya sekolah kopi satu-satunya di Indonesia, tepatnya di Tanjung Sari Sumedang yaitu SMK PPN (Pertanian, Pembangunan Negeri). Lulusan di sekolah kopi ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai di seluruh dunia. Mereka tidak hanya dilatih jadi barista tetapi jadi petani kopi juga.

”Itulah dukungan-dukungan kita menjadikan Provinsi kopi dan Insya Allah 3 tahun juga kekejar saya akan turun langsung,” ujarnya.

“Kopi ini kita lindungi juga dengan Peraturan Daerah. Jadi pointnya pendidikan kita intervensi, peraturan kita intervensi, promosi, tinggal satu visi lagi membuat kafe di luar negeri kalau itu sudah ada lengkaplah dari hilir gunung-gunungnya sampai diminum orang luar negeri,” tambah Emil.

Di akhir acara, digelar lelang produk-produk kreatif Bandung yang hasilnya akan di donasikan untuk korban bencana gempa di Palu dan Donggala. Senilai Rp 45 Juta didapat dari lelang tersebut dan Emil sendiri membeli sebuah sepatu.

Pada kesempatan yang sama diserahkan pula secara simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar, Sukarelawati Permana, yang meliputi: Kajian Mapping Kebutuhan Pasar,Basis Produksi, dan baseline survei, Pendampingan Pengembangan Klaster Agribisnis, Workshop Quality Grader Coffee dan Produksi Hulu-Hilir, Bantuan Sarana Prasarana Produktivitas Kopi. Total bantuan PSBI senilai Rp1.6M.

Ngopi Saraosna Vol 6 hadir di Gedung Sate pada 12-13 Oktober 2018. Akan hadir dengan kemasan yang lebih santai & romantis. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, budaya ngopi dengan gaya yang santai bisa menjadi sebuah tradisi di masyarakat. Line Up band yang sudah confirmed

adalah d’Masiv, Mustache and Beard, Two Triple-O, Sore, dan Homogenic.

Pada hari kedua ( hari ini, 13 Oktober 2018) pukul 9 pagi di booth Koperasi Gesa Ngopisaraosna akan digelar juga lelang/auction kopi nanolog. Nanolog ini adalah istilah yang digunakan untuk lelang kopi di bawah 25kg.

Lelang ini akan dikuti oleh petani kopi yang berasal dari antara lain, Garut, Gunung Halu, Ciwidey, Pangalengan, Sumedang, Lembang, dan lain-lain.

Sedangkan pengisi stan di Ngopi Saraosna Vol. 6 atau Ngora Vol. 6 hampir seluruh wilayah di Jabar mengirimkan ‘wakilnya’. Kopi-kopi di Ngora Vol. 6 berasal dari Kab. Karawang, Kab. Subang, Kab. Sumedang, Kab. Majalengka, Kota Cirebon, Kab Tasikmalaya, Kab. Garut, Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Sukabumi, Kab. Cianjur, Kota Bogor, dan Kab. Purwakarta. (yul/ign)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.