Timnas U-23 Indonesia Ditekuk Suriah 2-3

16
Timnas U-22 Indonesia sudah berjuang maksimal. (Hendra Eka/Jawa Pos)

jabarekspres.com, CIKARANG – Timnas U-22 Indonesia harus mengakui keunggulan Syria U-23 dengan skor 2-3 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (16/11).

Pada babak pertama timnas lebih awal kebobolan di menit ke 30. Gol dicetak Moumen Naji. Tim tamu pun unggul 1-0 .

Gol tersebut menjadi pelecut bagi Timnas U-23 Indonesia. Hasilnya Septian David Maulana mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Septian Maulana memanfaatkan kelengahan pemain belakang Suriah.

Satria Tama kembali memungut bola dari gawangnya sendiri pada menit 43. Moumen Naji kembali menggetarkan jala gawang Indonesia. Mukmin Nazi membuat skor unggul 2-1 melalui tendangan bebasnya.

Menjelang berakhirnya waktu normal babak pertama, Osvaldo menyamakan kedudukan pada menit ke 45 melalui tandukanya.

Babak kedua Suriah kembali membuat Indonesia tertinggal. Abdul Al Rahman Barakat membobol gawang Indonesia pada menit 52. Kedudukan menjadi 2-3.

Keunggulan yang diperoleh Suriah membuat Septian David Maulana dkk, berusaha mencari celah untuk mengejar ketertinggalan.

Luis Milla berupaya meningkatkan intensitas serangan dengan menarik keluar Febri lalu digantikan oleh Saddil Ramdani pada menit 63.

Penggantikan pemain kembali dilakukan di menit 67. M Arfan masuk menggantikan Evan Dimas.

Ditengah pertandingan, kartu kuning diberikan wasit kepada Ahmad Ashkar karena melakukan gerakan yang dianggap membahayakan pemain Indonesia.

Pada menit ke 74, Luis Milla memasukan Egy David Maulana untuk menggantikan Septian David Maulana. Luis Milla berharap memasukan Egy dapat meningkatkan kreasi serangan.

Selain menarik Septian David Maulana, Osvaldo pun digantikan oleh Hamdi.

Timnas cukup kesulitan memecah pertahanan Suriah. Dimana serangan selalu dimentahkan anak asuh pelatih Hussein Affash.

Indonesia memiliki peluang melalui tendangan bebas setelah pemain Suriah menyentuh bola dengan tangan. Namun tendangan yang dilesatkan masih belum menemui sasaran.

Diujung babak kedua, wasit memberikan kartu kuning kepada pemain Indonesia.

Hingga menit-menit akhir babak kedua, timnas Indonesia masih berjuang keras menyamakan kedudukan namun tidak juga membuahkan hasil.

Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-3 untuk keunggulan Suriah atas Indonesia.

Secara garis besar, sangat senang dengan permainan tim. Kami kebobolan tiga gol karena keragu-raguan, ini bisa jadio pelajaran,” ungkap Milla usai laga.

Menurutnya, Suriah U-23 bisa menjadi gambaran besar bagi Garuda Muda. Sebab lawan-lawan yang dihadapi pada Asian Games 2017 tentu tak jauh berbeda.

“Agustus nanti tak jauh beda lawannya dari Suriah. Kami masih punya beberapa bulan untuk memperbaiki itu,” tandas dia.(JP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here