Festival Seni Bandung Bakal Digelar Tiap Tahun

Menjadikan Kota sebagai Panggung Global

97
FAJRI ACHMAD NF / BANDUNG EKSPRES
BERMAIN ATRAKTIF: Seniman tergabung dalam Teater Satu menampilkan lakon berjudul Kursi - Kursi di Gedung Kesenian Dunan Ambu, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Buah Batu, belum lama ini.

bandungekspres.co.id, BANDUNG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung bekerja sama dengan para seniman bakal menggelar Festival Seni Bandung pertama pada 25 September- 25 Oktober 2017. Rencananya, Festival ini akan diadakan setiap tahun sebagai perayaan para pelaku seni dan budaya di Kota Bandung.

Direktur Eksekutif Seni Bandung Iman Soleh mengatakan, kegiatan tersebut salah satunya mentransformasikan sebuah kota menjadi panggung global. ”Dalam festival nanti, akan mempertunjukkan penampilan yang berkualitas, pameran-pameran dan kolaborasi dari seniman-seniman internasional juga local,” ujar Iman saat menggelar pers conference di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, kemarin (20/2).

Menurut dia, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan keterhubungan yang segar dan baru dari medan sosial seni dengan komunitas urban, melalui pendekatan kultural.

Seni Bandung #1 ini berjudul Air, Tanah dan Udara dipilih sebagai cara puitis untuk menunjuk unsur-unsur alam yang menjadi faktor pembentuk kehidupan kota.

”Kita harus mengakui bahwa gerak peradaban kota ini telah meninggalkan jejak perusakan pada alam. Banyak pihak baik unsur pemerintah, LSM, peneliti, ilmuwan yang menggeluti masalah lingkungan dalam hubungannya dengan kultur urban. Kegiatan ini akan menjalin kerjasama dengan pakar-pakar tersebut,” tutur Iman.

Dia menambahkan, genre seni yang hendak ditampilkan yakni seni tradisional, moderen juga kontemporer. Ruang yang digunakan mulai dari fasilitas milik pemerintah, maupun ruang seni yang diinisiasi warga, juga ruang umum.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan, Seni Bandung rencananya akan membidik karya-karya seni dan berbagai permasalahan aktual dengan cara melibatkan komunitas-komunitas dan warga kota.

Ada dua agenda yang akan dirumuskan Emil. Yakni pertama, merumuskan permasalahan perkotaan yang hendak dielaborasikan menggunakan pendekatan artistik. ”Perumusan ini akan diwujudkan dengan cara para seniman Seni Bandung diminta bergabung dengan sejumlah pakar yang menggeluti berbagai permasalahan kota,” ungkapnya.

Agenda kedua, merumuskan strategi bagaimana karya seni bisa berdaya di hadapan masalah-masalah aktual baik lokal ataupun global. Sehingga diharapkan masalah-masalah aktual ini dapat menginspirasi penonton untuk melakukan hal-hal positif yang bermanfaat.

Untuk mewujudkan agenda tersebut, Emil – sapaan Ridwan Kamil- telah membentuk lima komite. Yakni  Komite Seni Rupa, Musik, Teater, Tari dan Sastra.

Genre seni yang akan ditampilkan kan pun mencakup seni tradisional, modern dan kontemporer. Dengan begitu, Seni Bandung diharapkan bisa memberikan wawasan mengenai berbagai kesenian muktahir kepada warga kota Bandung ataupun kepada wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung.

menurut dia, Seni Bandung merupakan bagian dari rencana Pemerintah Kota Bandung. Di mana pada 2017 ini, akan lebih meningkatkan kebudayaan Bandung. Sehingga dengan kegiatan tersebut bisa membangkitkan

”Tahun 2017 ini merupakan moment peningkatan kebudayaan Bandung,” tegas dia.

Emil Seni Bandung dapat mewujudkan cita-cita Kota Bandung untuk mampu menjadi juara dan meningkatkan citra di kancah global.

Dengan kegiatan ini juga, pihaknya ingin kebudayaan sekaligus kesenian Kota Bandung bisa juara dan mampu meningkatkan citra yang nyaman dan Indah.

”Gelaran ini sebagai usaha mewujudkan masyarakat Kota Bandung yang bukan hanya cerdas, namun kreatif dan peduli,” tegas Emil. (fika-Job/fik)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.