JABAR EKSPRES – Gempa bumi selain mengancam kerusakan struktural. Bencana ini berpotensi berdampak pada objek-objek vital, salah satunya kawasan Waduk Cirata.
Karena itu, untuk menghadapi potensi gempa bumi yang semakin sering terjadi di wilayah sekitar, PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Cirata mengambil langkah preventif dengan memasang alat monitoring gempa bumi secara daring di kawasan Waduk Cirata.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan konstruksi bendungan yang vital bagi pasokan listrik di Jawa Barat,” kata Asisten Manajer SDM dan CSR PLN Nusantara Power UP Cirata, Ridwan Ramadan.
Baca Juga:Bogor City Trail 2025, Tunjukkan “Surga” Tersembunyi Pada Ratusan Pelari dari 16 NegaraBanjir dan Longsor Kepung Lembang, Jeje Janji Perbaiki Drainase?
Menurut Ridwan, sejumlah alat monitoring kini telah dipasang di bawah tubuh bendungan. Alat tersebut bekerja secara real-time dan terhubung langsung dengan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Ketika terjadi gempa, misalnya di Sukabumi atau wilayah terdekat sini, kita langsung cek dampaknya secara real time,” jelasnya.
Jika hasil pemantauan menunjukkan dampak yang signifikan, maka PLN akan segera melakukan inspeksi luar biasa terhadap waduk.
“Alhamdulillah, selama ini semuanya masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan lebih lanjut, PLN Cirata juga telah menerapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi risiko sedini mungkin.
