“Itu modal utama kita agar benar-benar safety, terutama untuk struktur besar seperti bendungan,” tegasnya.
Tidak hanya mengandalkan sistem harian, PLN juga rutin melaksanakan inspeksi besar lima tahunan yang dilakukan oleh Balai Bendungan. Proses ini menjadi penentu apakah struktur waduk masih layak operasi.
“Kalau ada parameter keselamatan yang tidak terpenuhi, balai tidak akan menerbitkan surat layak operasi,” katanya.
Baca Juga:Bogor City Trail 2025, Tunjukkan “Surga” Tersembunyi Pada Ratusan Pelari dari 16 NegaraBanjir dan Longsor Kepung Lembang, Jeje Janji Perbaiki Drainase?
Ridwan menyebutkan bahwa seluruh data teknis mengenai ambang batas guncangan sudah dimiliki dan selalu diperiksa oleh tim teknisi.
“Kalau ditanya berapa batas wajarnya puncak guncangan, itu memang sudah ada di data teknis kami,” ujarnya.
Keberadaan Waduk Cirata yang tidak jauh dari zona rawan gempa di Jawa Barat bagian selatan membuat manajemen PLN Nusantara Power menempatkan isu ini sebagai prioritas utama dalam pengelolaan infrastruktur.
“Fakta bahwa episentrum beberapa kali terdeteksi di sekitar Cirata membuat kami tidak bisa lengah. Adaptasi teknologi dan evaluasi berkala jadi keharusan,” tandasnya. (Wit)
