JABAR EKSPRES – Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa mengungkapkan sikap dukungannya terhadap para maestro seni tanah air, khususnya Jawa Barat. Menurutnya, para maestro itu perlu dirangkul demi menjaga kelestarian budaya.
Jawa Barat termasuk gudangnya kesenian, mulai dari seni tari seperti jaipong hingga sintren. Lalu pertunjukan seperti Wayang Golek, hingga Rampak Kendang, termasuk alat musik mulai dari angklung hingga calung.
Warisan luhur itu patut dilestarikan. Jika tidak, berbagai kebudayaan tersebut akan hilang dan tergantikan, karena itulah peran para maestro seni cukup penting.
Baca Juga:Paparan Radikalisme di Jawa Barat Paling Tinggi, Begini Respon Dedi Mulyadi!Hadapi Bencana, Pemprov Jawa Barat akan Tertibkan Alih Fungsi Lahan hingga Keruk Danau
Buky berpendapat bahwa para maestro seni itu perlu dirangkul. “Selama ini mereka menjaga nyala tradisi. Mereka perlu dirangkul, diberdayakan agar warisan ilmu mereka tetap hidup dan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” terangnya beberapa hari lalu.
Nasib para maestro tersebut perlu diperhatikan pemerintah, sehingga ketika menjalani masa tua mereka tidak tertatih-tatih.
“Sanggar dibenerin, maestro digaji pemerintah. Tugas mereka adalah mewariskan budaya ke generasi berikutnya,” jelasnya.
Sesuai dengan UU Pemajuan Kebudayaan, pemerintah wajib memajukan kebudayaan di tengah peradaban.
“Seperti pepatah sunda, leungit basana ilang bangsana (hilang bahasanya, hilang bangsanya). Ketika bahasa dan budaya hilang, jati diri ikut lenyap,” sambungnya.
Di sisi lain, warisan budaya di Jabar juga tidak sedikit. Terbaru, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia juga mengumumkan 500 daftar Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) 2025.
Dari jumlah tersebut, 42 di antaranya adalah dari Jawa Barat. Misalnya, Rumah Tinggal Masyarakat Kampung Naga di Tasikmalaya, Britan Dermayu, Batik Ciwaringin, Batik Garutan, Batik Sukapura, Burayot, hingga Mie Kocok Bandung.(son)
