Perangi Peredaran Narkoba, Pemkot Cimahi Bakal Masukkan Kurikulum Antinarkoba ke Sekolah

Perangi Peredaran Narkoba, Pemkot Cimahi Bakal Masukkan Kurikulum Antinarkoba ke Sekolah
Wali Kota Cimahi Ngatiyana Bersama BNN dan Kwarcab Pramuka Cimahi usai Mengukuhkan Kepengurusan Saka Anti Narkoba di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Selasa (3/11/2026). (Foto: Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mulai memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Salah satu langkah yang disiapkan yakni memasukkan pendidikan antinarkoba ke dalam kurikulum satuan pendidikan di Kota Cimahi.

Program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi antara Pemkot Cimahi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk membentengi anak-anak dan remaja dari ancaman peredaran gelap narkotika.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat menghadiri pengukuhan kepengurusan Saka Anti Narkoba di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:Polres Cimahi Ungkap 59 Kasus Narkoba, 63 Tersangka Ditangkap Selama Operasi Antik Lodaya 2026Ngatiyana Tegaskan Perang Melawan Narkoba dan Knalpot Brong di Cimahi Tak akan Berhenti

Ngatiyana mengatakan, penguatan pendidikan antinarkoba melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, BNN, tenaga pendidik hingga masyarakat. Kehadiran para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan langkah pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah hari ini kegiatannya dihadiri oleh para kepala sekolah, kemudian ada wakasek juga, termasuk para guru-guru dan unsur-unsur masyarakat yang lainnya untuk mengukuhkan bahwa ada masuk kurikulum anti narkoba di sekolahan di tingkat Pemkot Cimahi,” ujarnya pada awak media.

Menurut Ngatiyana, upaya memerangi narkoba tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah maupun BNN. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan agar gerakan menolak narkoba dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.

“Ini tidak bisa hanya Pemkot saja atau BNN saja, tetapi melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menolak dan anti narkoba. Itu yang kelak kita kedepankan.”

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, program tersebut juga diarahkan untuk melindungi anak-anak dari kemungkinan menjadi sasaran maupun bagian dari mata rantai peredaran obat-obatan terlarang.

Ngatiyana menegaskan, edukasi di sekolah nantinya tidak hanya membahas narkoba, tetapi juga narkotika serta ancaman peredarannya di lingkungan sekitar pelajar.

“Iya, termasuk itu. Selain narkoba, juga narkotika juga kita perjelas nanti di tiap-tiap sekolah untuk melarang terhadap peredaran itu,” tuturnya.

Baca Juga:Polres Cimahi Bongkar Modus Peredaran Narkoba, Mobil Mainan hingga Batu Cor Jadi Media PenyelundupanSita Ribuan Narkoba, Wali Kota Ngatiyana Minta Pemberantasan di Cimahi Tetap Berlanjut

Ia berharap, program pendidikan antinarkoba dapat berjalan optimal dan menjadi salah satu langkah bersama untuk menekan peredaran gelap narkoba di Kota Cimahi.

0 Komentar