Ngamandian Munding, Tradisi Leluhur Bandung Barat yang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Indonesia

Ngamandian Munding, Tradisi Leluhur Bandung Barat yang Diperjuangkan Jadi Warisan Budaya Indonesia
Tradisi Ngamandian Munding, ritual adat masyarakat Bandung Barat yang menjadi simbol rasa syukur, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam dan warisan leluhur. Dok Disparekrafbud KBB
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di balik prosesi memandikan kerbau, tersimpan warisan kearifan leluhur masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tradisi Ngamandian Munding bukan sekadar ritual adat, tetapi menjadi simbol rasa syukur, penghormatan terhadap alam, dan kebersamaan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

Nilai-nilai tersebut membuat tradisi Ngamandian Munding memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia, hewan ternak, dan lingkungan.

Baca Juga:BRT Bandung Raya Jadi Andalan Urai Kemacetan di Bandung BaratEnam Warga Mengungsi Usai Longsor Terjang Dua Rumah di Campakamekar-Bandung Barat

Tradisi ini juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat agraris yang masih perlu dipertahankan di tengah perubahan zaman.

Kini, warisan leluhur tersebut tengah diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) mengusulkan Ngamandian Munding sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dalam Sidang Penetapan WBTb Indonesia Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Dari total 44 karya budaya yang diusulkan Provinsi Jawa Barat tahun ini, Ngamandian Munding menjadi salah satu kekayaan budaya asal Bandung Barat yang diajukan untuk memperoleh pengakuan nasional.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparekrafbud KBB, Taufik Kurnaefi, mengatakan pengajuan tradisi tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam melindungi dan melestarikan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

“Tradisi Ngamandian Munding memuat nilai-nilai kearifan lokal yang sangat mendalam dan telah diwariskan secara turun-temurun di Bandung Barat,” ujar Taufik di Ngamprah, Selasa (3/11/2026).

Menurutnya, pengakuan sebagai WBTb Indonesia tidak semestinya hanya dipandang sebagai pencapaian administratif. Lebih penting dari itu, penetapan tersebut diharapkan menjadi landasan perlindungan agar tradisi tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Baca Juga:522 Rumah Rusak, Pemkab Bandung Barat Fokus Tangani Warga TerdampakDishub KBB Genjot Program Bandung Barat Caang

“Penetapan WBTb ini bukan sekadar mengejar status atau pencatatan administratif semata, melainkan benteng pelindungan hukum serta pemantik komitmen bersama untuk memastikan tradisi ini tetap hidup, dipelajari oleh generasi muda, dan memperkuat identitas budaya daerah,” katanya.

Taufik menjelaskan, di balik ritual tersebut, terdapat filosofi kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan sektor pertanian. Kerbau bukan hanya dipandang sebagai hewan ternak, tetapi juga memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat.

0 Komentar