JABAR EKSPRES – Longsor tebing persawahan di Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), memaksa enam jiwa meninggalkan rumah mereka setelah material tanah menjebol dinding dua rumah.
Peristiwa yang terjadi di Kampung Asrama, RT 01/RW 04, Senin (26/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, diduga dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sepanjang siang.
Petugas lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Ceceng Sukandi, mengatakan longsor terjadi setelah area persawahan diduga tidak mampu menahan beban air yang terus meningkat.
Baca Juga:Korban Longsor Pasirlangu Dapat Dana Relokasi Rp60 Juta per KKMasih Penataan Lahan, Rumah Korban Longsor Cipongkor-KBB Dibangun Tahun Depan
“Rembesan air hujan dari saluran irigasi diduga memperparah kondisi tanah hingga akhirnya longsor dan menerjang bagian belakang rumah warga,” kata Ceceng saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Material longsoran menjebol dinding belakang rumah warga. Panjang area terdampak diperkirakan mencapai 6 hingga 7 meter.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, longsoran tanah dari area persawahan menimpa bagian belakang rumah warga hingga menyebabkan dinding jebol,” paparnya.
Dua rumah yang terdampak masing-masing dihuni Utari bersama dua anaknya dan Dadan Permana bersama dua anggota keluarganya. Meski menyebabkan kerusakan bangunan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kerugian material akibat kerusakan kedua rumah itu diperkirakan mencapai Rp50 juta. Untuk menghindari risiko longsor susulan, kedua keluarga sementara mengungsi ke Masjid Al-Istiqomah di sekitar RW 04.
Warga bersama aparat setempat turut membantu mengevakuasi barang-barang milik penghuni dari rumah terdampak. Sejumlah barang kemudian dipindahkan dan ditampung sementara di masjid.
Ceceng mengatakan petugas BPBD bersama masyarakat masih melakukan pemantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian. Akses di sekitar titik longsor juga dibatasi untuk mencegah warga mendekati area yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Baca Juga:Belum Ada Kepastian Relokasi, Warga Terdampak Longsor Pasirlangu Ajukan Opsi MandiriLongsor Terjang Kampung Naga Tasikmalaya, 2,5 Hektare Sawah Tertimbun
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar tebing persawahan dan permukiman rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
“Warga di sekitar lokasi diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Kondisi tanah yang jenuh air berpotensi memicu longsor susulan, khususnya di area persawahan yang berbatasan langsung dengan permukiman,” tandasnya. (Wit)
