Fenomena scorched particles sebenarnya dapat dianalogikan seperti kerak tipis di dasar panci saat memasak susu atau pinggiran roti yang berubah kecokelatan akibat paparan panas. Artinya, partikel tersebut berasal dari susu itu sendiri dan tidak selalu menunjukkan adanya kontaminasi.
“Perubahan warna pada partikel susu ini berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula susu dan protein akibat paparan panas. Reaksi ini umum terjadi dalam proses pengolahan pangan dan dapat memengaruhi warna serta karakteristik produk, tanpa selalu menunjukkan adanya kontaminasi dari luar,” ungkap Prof. Azis.
Berdasarkan metode pengujian yang dirujuk oleh American Dairy Products Institute (ADPI), keberadaan scorched particles terutama berkaitan dengan aspek mutu tampilan dan tidak dengan sendirinya dianggap sebagai bahaya keamanan pangan. Meski demikian, setiap bintik gelap tetap perlu diidentifikasi untuk memastikan bahwa partikel tersebut bukan benda asing atau tanda perubahan produk yang tidak normal.
Baca Juga:Cetak Lulusan Adaptif, Universitas INABA Lepas 780 WisudawanSatukan Suara, Luaskan Perlindungan: BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media dan Influencer di Jabar
Jangan Langsung Panik, Ini yang Perlu Diperhatikan
Meski tidak semua bintik gelap menandakan masalah keamanan pangan, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi susu sebelum memberikannya kepada anak. “Jika ditemukan bintik yang keras atau dalam jumlah tidak wajar, perubahan aroma, maupun penggumpalan yang tidak biasa, sebaiknya produk tidak diberikan terlebih dahulu. Pastikan juga kemasan dalam kondisi baik dan susu disimpan sesuai petunjuk untuk menjaga kualitasnya,” tambah Prof. Azis.
Selain itu, pastikan kemasan dalam kondisi belum melewati tanggal kedaluwarsa dan disimpan sesuai petunjuk. Jika masih ragu, dapat menyimpan kemasan, mencatat nomor produksi, serta menghubungi produsen atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Pada akhirnya, memahami proses pembuatan susu bubuk dapat membantu orang tua lebih bijak dalam mengenali perubahan tampilan produk. Dengan informasi yang tepat, kekhawatiran pun dapat diimbangi dengan langkah yang lebih terukur demi menjaga kualitas nutrisi anak. (bbs)
