JABAREKSPRES – Pemuda Persatuan Islam (Persis) mulai membangun kemandirian ekonomi melalui sektor pertanian. Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persis menginvestasikan Rp200 juta untuk pengembangan budidaya cabai domba di Kabupaten Tasikmalaya, dengan sasaran awal lahan seluas satu hektare.
Investasi tersebut menjadi salah satu langkah konkret yang diumumkan dalam Seminar Ekonomi Keummatan di Aula Abu Bakar, SMA Plus Muallimin Persis 182 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (2/11/2026).
Program ini merupakan bagian dari visi kemandirian ekonomi PP Pemuda Persis periode 2026–2031. Pengembangan usaha cabai domba tersebut bahkan berpotensi diperluas hingga lima hektare.
Baca Juga:Siswa Ciptakan Dinding Lumut Pintar dan Aplikasi Matematika untuk Tunanetra621 Lulusan FITKes Unjani Diambil Sumpah, Siap Mengabdi di Dunia Kesehatan
Ketua Umum PP Pemuda Persis Hilman Rasyid mengatakan, kemandirian ekonomi organisasi harus diwujudkan melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat.
“Kemandirian ekonomi tidak boleh berhenti sebagai gagasan. Hari ini kita buktikan melalui investasi, pengembangan usaha, dan gerakan ekonomi produktif yang memberi manfaat langsung bagi jam’iyyah,” tegas Hilman.
Menurut dia, investasi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan kepada kader di daerah untuk membangun unit usaha yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Selain investasi pertanian, seminar yang dihadiri 123 pengusaha dan aktivis Pemuda Persis itu menjadi momentum peluncuran Asosiasi Pemuda Tani Islam (SIPATANI).
Organisasi ini disiapkan sebagai penggerak kolaborasi pemuda di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Ade Rahmat dikukuhkan sebagai Ketua Koordinator Nasional SIPATANI.
Melalui wadah tersebut, PP Pemuda Persis ingin membangun jaringan pemuda tani yang lebih terorganisasi, produktif, dan memiliki daya saing. Gerakan ini juga diarahkan untuk ikut menjawab tantangan ketahanan pangan.
Kepala Bidang Ekonomi PP Pemuda Persis Firman Bagja Nugraha menyebut Kabupaten Tasikmalaya sebagai titik awal pengembangan kolaborasi ekonomi yang nantinya dapat diperluas ke daerah lain.
Baca Juga:PMB Universitas BTH 2027/2028 Segera Dibuka, Ini Pilihan Bidang StudinyaASUS Vivobook S14 Resmi Hadir, Ini Spesifikasi Laptop 1,2 Kg dengan Baterai 20 Jam
“Apa yang kita mulai hari ini adalah pintu pertama. Ruang kolaborasi ekonomi ini terbuka seluas-luasnya untuk seluruh kabupaten dan kota basis Pemuda Persis se-Indonesia,” ujar Firman.
Ia mengatakan, Bidang Ekonomi dan Lembaga Akselerasi Ekonomi Jam’iyyah siap membuka kerja sama di berbagai sektor. Namun, pengelolaan usaha harus bertumpu pada kepercayaan dan profesionalisme.
