Bandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode

Bandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode
Bandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode
0 Komentar

Menurut Harry, kekayaan wastra Indonesia memiliki ruang eksplorasi yang sangat luas. Berbagai jenis kain tradisional dapat diolah menjadi busana dengan karakter berbeda tanpa harus menghilangkan identitas asalnya.

“Detail lipatan dan bentuk tanduk pada desain diambil dari inspirasi babat dan tanduk sapi. Segala hal tentang Wastra Indonesia mulai dari ulos, songket, batik, hingga tenun bisa kita olah,” lanjut Harry.

Ia juga optimistis produk fesyen buatan Indonesia memiliki kualitas dan kemampuan bersaing dengan produk dari negara lain. Terlebih, material lokal seperti batik tulis memiliki karakter dan kualitas yang dapat menjadi keunggulan tersendiri.

Baca Juga:HUT ke-16 Festival Citylink Bandung, Gelar B16 Dream Anniversary dengan Hiburan Dikta dan Hadiah Puluhan JutaDewi Hani Jayanti Gandeng Robi DA7, Hadirkan Lagu Aku Terjatuh dengan Perpaduan Pop, Dangdut dan Melayu

“Insya Allah produk busana kita bisa bersaing. Bahan asli Indonesia mulai dari batik tulis hingga material dasarnya benar-benar terjaga kualitasnya. Kami mengolah material secara fleksibel agar tetap bisa dijangkau oleh pasar Indonesia. Saya optimis daya saing dan kualitas buatan Indonesia itu bagus dan bisa setara dengan tingkat dunia,” jelas Harry Ryan.

Dalam mengembangkan koleksi busana siap pakai, Harry juga memperhatikan aspek harga agar produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen lebih luas.

Ia menyebutkan, penggunaan material untuk busana sehari-hari disesuaikan dengan kebutuhan pasar, kemudian dipadukan dengan elemen batik khas daerah agar tetap memiliki identitas desain yang kuat.

“Untuk busana sehari-hari atau ready to wear, material dominan disesuaikan agar lebih terjangkau, kemudian dikombinasikan dengan sentuhan khas batik daerah. Sebagai desainer, Harry Ryan ingin mewujudkan tren busana yang bisa diikuti oleh masyarakat untuk segala usia,” pungkas Harry Ryan.

Melalui Bandung Fashion Parade 2026, kekayaan budaya Indonesia kembali mendapatkan ruang untuk berkembang melalui industri kreatif. Perpaduan wastra tradisional dengan desain modern menunjukkan bahwa warisan leluhur bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber inspirasi yang dapat terus dihidupkan dalam tren fesyen masa kini.

Lebih dari sekadar peragaan busana, ajang ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas kreatif Bandung, membuka peluang kolaborasi antarpelaku industri, serta mendorong desainer lokal agar semakin percaya diri membawa karya Indonesia ke panggung nasional hingga internasional.

0 Komentar