Bandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode

Bandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode
Bandung Fashion Parade 2026 Padukan Wastra Nusantara dan Tren Modern, Tegaskan Bandung sebagai Kota Mode
0 Komentar

Lina Ve menilai keterlibatan berbagai komunitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem fesyen yang terbuka dan memberikan kesempatan bagi talenta dari beragam latar belakang.

“Jadi, setiap desainer membawa narasi berjalan l79 ‘selebrasi visi kreatif dan menghidupkan budaya busana lewat fesyen’,” pungkas Lina Ve.

Harmoni Wastra Nusantara dan Tren Fesyen Kontemporer

Bandung Fashion Parade 2026 menghadirkan sejumlah sesi runway yang memperlihatkan keberagaman karakter desain. Koleksi yang ditampilkan mencakup gaun malam atau evening gown, busana siap pakai (ready-to-wear), hingga koleksi butik modern dengan karakter dinamis.

Baca Juga:HUT ke-16 Festival Citylink Bandung, Gelar B16 Dream Anniversary dengan Hiburan Dikta dan Hadiah Puluhan JutaDewi Hani Jayanti Gandeng Robi DA7, Hadirkan Lagu Aku Terjatuh dengan Perpaduan Pop, Dangdut dan Melayu

Pada sesi pertama bertajuk Wastra & Couture, perhatian diarahkan pada kemewahan gaun malam serta eksplorasi kain tradisional Indonesia dalam balutan desain yang lebih eksklusif.

Sejumlah desainer dan brand yang meramaikan sesi ini di antaranya Purwakanthi.co karya Adi Sufrianto, Harry Ryan, dan Shofie Collection. Panggung juga dimeriahkan oleh On Passion Modeling, Rossys Entertainment, Shakyla Official, The Kostum, Malanca by Anto Chil, Vanila by Kiara, Favor, serta Talent Istimewa Indonesia.

Sementara itu, sesi kedua mengangkat tema Ready-to-Wear & Komunitas dengan menghadirkan koleksi yang lebih fungsional untuk aktivitas sehari-hari, termasuk busana anak-anak.

Beberapa brand, butik, dan komunitas yang terlibat di antaranya Chelsy Fashion by Ghina Kartika Dewi, Kiara Bertiara, Bajuku Boutique Bandung, Cutie Honey, The Kostum, Nita Happy, Favor Community, Arsita Craft, Purwakanthi.co, Ema Management x Lina Ve, Jameena Quinn, Divine, serta On Passion Modeling.

Dari sisi material, para desainer mengeksplorasi beragam kain khas Indonesia seperti batik, tenun, dan songket. Kekayaan material tersebut kemudian dipadukan dengan teknik kriya tekstil serta bahan modern, termasuk brokat dan sutra.IHasilnya, koleksi yang ditampilkan tidak hanya mengedepankan nilai estetika, tetapi juga memperlihatkan bagaimana warisan tekstil Nusantara dapat diterjemahkan menjadi busana yang sesuai dengan perkembangan gaya hidup modern.

Hal menarik lainnya adalah keterlibatan model dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga remaja, termasuk talenta disabilitas melalui Talent Istimewa Indonesia.

0 Komentar