Kehadiran mereka mempertegas bahwa dunia fesyen merupakan ruang kreatif yang terbuka bagi semua kalangan, sekaligus menunjukkan bahwa keindahan dan ekspresi melalui busana tidak mengenal batas.
Dorong Ekonomi Kreatif dan Daya Saing Desainer Lokal
Di luar aspek pertunjukan, Bandung Fashion Parade 2026 juga membawa misi untuk memperkuat industri fesyen lokal. Penyelenggaraan peragaan busana di pusat perbelanjaan dinilai menjadi salah satu strategi untuk mempertemukan pelaku industri kreatif dengan konsumen secara langsung.
Ekosistem fesyen sendiri melibatkan banyak sektor, mulai dari perajin kain tradisional, desainer, penjahit, tenaga produksi, penata rias atau make-up artist (MUA), model, hingga pelaku usaha ritel.
Baca Juga:HUT ke-16 Festival Citylink Bandung, Gelar B16 Dream Anniversary dengan Hiburan Dikta dan Hadiah Puluhan JutaDewi Hani Jayanti Gandeng Robi DA7, Hadirkan Lagu Aku Terjatuh dengan Perpaduan Pop, Dangdut dan Melayu
Kehadiran koleksi ready-to-wear juga memberikan peluang bagi brand lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka potensi transaksi langsung dengan konsumen atau business-to-consumer (B2C). Di sisi lain, ajang ini dapat menjadi ruang membangun jejaring bisnis dan distribusi antarpelaku usaha melalui skema business-to-business (B2B).
Pengangkatan tema wastra juga menjadi bentuk kampanye untuk meningkatkan apresiasi terhadap produk fesyen dalam negeri. Di tengah derasnya persaingan produk impor, kekuatan motif tradisional, keunikan material, serta detail pengerjaan menjadi nilai tambah yang dapat membedakan karya desainer Indonesia di pasar yang lebih luas.
Harry Ryan Angkat Inspirasi Karapan Sapi Madura
Salah satu karya yang mencuri perhatian dalam gelaran tersebut datang dari perancang busana Harry Ryan.
Ia menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari tradisi Karapan Sapi asal Madura dengan mengolah batik khas daerah tersebut menjadi rancangan yang lebih kontemporer.
Harry Ryan menjelaskan, pemilihan tema tersebut merupakan upayanya mengangkat kekayaan budaya daerah melalui pendekatan desain yang lebih modern dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.
“Tema yang saya ambil untuk Harry Ryan sekarang ini adalah Karapan Sapi dari Madura. Kebetulan saya mengambil batik-batik Madura yang kontemporer dan kekinian,” ujar Harry Ryan.
Inspirasi Karapan Sapi tidak hanya terlihat melalui pemilihan motif kain, tetapi juga diterjemahkan ke dalam detail desain. Bentuk lipatan dan ornamen menyerupai tanduk sapi menjadi elemen yang memperkuat karakter koleksinya.
