Hujan Deras Mulai Guyur Cimahi, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor dan Rumah Ambruk

ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hujan deras mulai mengguyur sejumlah kawasan di Kota Cimahi. Namun, perubahan cuaca tersebut belum mengakhiri persoalan kekeringan.

Di beberapa wilayah, warga masih membutuhkan pasokan air bersih, sementara hujan dengan intensitas tinggi mulai memunculkan ancaman bencana hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan mengatakan, kondisi kemarau mulai berkurang seiring meningkatnya curah hujan.

Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirPembiayaan Emas oleh Gen Z Tembusan 19 persen, BCA Syariah: Jadi Pasar Baru

Meski demikian, hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah. Kondisi tersebut membuat sebagian kawasan masih mengalami kekeringan.

“Memang kondisi kemarau sudah menurun dan mulai masuk curah hujan. Namun, yang turun di Kota Cimahi saat ini masih ‘semu’, tidak merata di semua wilayah,” ujarnya, Jum’at (30/10/2026).

Menurut Fithriandy, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan secara umum mengalami kemunduran.

Hujan yang terjadi belakangan ini lebih banyak dipengaruhi dinamika atmosfer lokal serta pergerakan angin dari barat ke timur.

“Kemungkinan hujan saat ini dipengaruhi operasi modifikasi cuaca (OMC) dari daerah sekitar Kota Cimahi. Sehingga hujan yang turun kadang tiba-tiba dan langsung deras,” ucapnya.

Di tengah perubahan cuaca tersebut, BPBD Kota Cimahi masih menjalankan distribusi bantuan air bersih ke permukiman warga terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat yang disampaikan melalui kelurahan masing-masing.

“Jadi setiap hari masih ada pengiriman bantuan air bersih sesuai permintaan warga,” ungkapnya.

Baca Juga:Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Bidik 26 Emas di Porprov Jabar 2026, Bonus Rp100 Juta untuk Peraih EmasPolres Tasikmalaya Intensifkan Patroli Dialogis Cegah Gangguan di Momen Peringatan Sumpah Pemuda

Pada saat bersamaan, BPBD juga menerima laporan kerusakan bangunan dan longsor setelah hujan deras mengguyur sejumlah kawasan. Tiga lokasi dilaporkan mengalami kerusakan rumah.

Kondisi bangunan yang diduga sudah lapuk menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan. Selain itu, longsor terjadi pada sebuah tebing di kawasan perumahan wilayah Cibeber.

“Kami terima laporan di 3 lokasi berbeda kerusakan rumah akibat diterjang hujan deras, diduga karena struktur rumah sudah lapuk. Juga ada tebing longsor di salah satu perumahan di wilayah Cibeber,” sebutnya.

BPBD Cimahi kini mewaspadai peningkatan ancaman bencana hidrometeorologi. Kekeringan berkepanjangan dapat membuat kondisi tanah semakin rentan, terutama di kawasan dengan kontur miring dan minim tutupan vegetasi.

0 Komentar