JABAR EKSPRES – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya dalam beberapa hari terakhir mulai memicu berbagai kejadian bencana. Mulai dari pohon tumbang yang menutup akses jalan, tebing longsor, hingga bangunan minimarket yang jebol akibat tertimpa material tanah longsoran.
Rentetan kejadian tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, kondisi tanah yang mulai jenuh akibat guyuran hujan berpotensi memicu longsor, terutama di kawasan perbukitan dan wilayah yang memiliki kontur tanah labil.
Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan sejumlah laporan kejadian tanah longsor diterima pihaknya pada 29 hingga 30 Oktober 2026. Peristiwa tersebut tersebar di beberapa kecamatan dengan kondisi dan dampak yang beragam.
Baca Juga:GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 TriliunElizabeth Hadirkan Koleksi “Bloom Beneath the Surface” di JFW 2027, Perpaduan Karakter Kuat dan Feminitas
Pada Kamis (29/10/2026), kejadian longsor dilaporkan terjadi di Desa Tenjonagara, Kecamatan Cigalontang.
Sementara pada Jumat (30/10/2026), laporan kejadian longsor kembali bermunculan dari sejumlah wilayah. Di antaranya Kampung Cibinong RT 001/RW 011, Desa Cikuya, Kecamatan Culamega, Kampung Sukabakti RT 002/RW 006, Desa Girimukti, Kecamatan Bojonggambir, serta Kampung Puncakbaros RT 001/RW 002, Desa Bojonggambir, Kecamatan Bojonggambir.
Longsor juga dilaporkan terjadi di Kampung Pangeueuman RT 002/RW 003, Desa Bojongkapol, Kecamatan Bojonggambir, serta Kampung Cinunjang yang berada di perbatasan Desa Cintabodas dan Desa Mekarlaksana.
Tak hanya mengancam kawasan permukiman, material longsoran juga dilaporkan menutup akses jalan di wilayah Desa Tenjowaringin. Kondisi ini berpotensi menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Jembar menyampaikan, FK Tagana terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menghimpun perkembangan kejadian serta mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
“Curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir perlu menjadi perhatian bersama. Masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, harus lebih meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, potensi bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi seiring kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu terjadinya longsor maupun kejadian lainnya.
Baca Juga:PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga Sodonghilir
Masyarakat yang tinggal di sekitar tebing, lereng perbukitan, maupun bantaran aliran air diimbau lebih peka terhadap tanda-tanda awal bencana. Seperti munculnya retakan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, hingga suara gemuruh dari arah tebing.
