Soal Polemik Eks Setda Tasikmalaya, Bupati Cecep Respon Kekhawatiran Seniman

 Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
 Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengalihfungsikan kawasan eks Kantor Sekretariat Daerah (Setda) di Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, menjadi lahan parkir umum mendapat perhatian serius dari kalangan pegiat seni dan budayawan.

Sejumlah komunitas seni menyuarakan kekhawatiran terhadap keberlangsungan aktivitas kesenian yang selama ini tumbuh di kawasan tersebut. Mereka khawatir penataan yang disertai pembongkaran sejumlah bangunan justru menghilangkan ruang kreatif yang telah lama menjadi tempat berkumpul, berlatih, berdiskusi hingga menggelar pameran.

Merespons berbagai tanggapan tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa rencana penataan eks Setda bukan dimaksudkan untuk mengusir para seniman yang selama ini beraktivitas di lokasi tersebut.

Baca Juga:Hujan Guyur Tasikmalaya, Rentetan Bencana Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah WilayahGoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun

Cecep mengaku telah mendengar informasi mengenai keresahan komunitas seni. Namun, ia menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah daerah adalah menyelamatkan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset milik pemerintah yang kondisinya sudah tidak terawat.

“Saya mendapat informasi di luaran sana ada pengusiran soal kesenian di situ. Saya tidak bermaksud mengusir mereka, tapi kan manfaat aset Pemda harus sebesar-besarnya berkontribusi untuk pembangunan Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Cecep, Jumat (30/10/2026).

Menurutnya, kondisi sejumlah bangunan di kawasan eks Setda memang sudah memprihatinkan. Sebagian atap mengalami kerusakan, genteng berjatuhan, sementara lingkungan sekitar dipenuhi sampah dan tidak lagi tertata.

Karena itu, Pemkab Tasikmalaya berencana meratakan bangunan yang dinilai sudah tidak efektif digunakan. Meski demikian, tidak seluruh bangunan akan dibongkar. Dua bangunan utama justru akan dipertahankan, termasuk bangunan bekas koperasi yang nantinya disiapkan untuk kebutuhan pengelolaan parkir.

Kawasan tersebut direncanakan menjadi kantong parkir kendaraan roda dua dan roda empat untuk menopang kebutuhan parkir di sekitar Jalan HZ Mustofa yang selama ini semakin terbatas.

Selain menata kawasan yang terbengkalai, pemanfaatan lahan tersebut juga diarahkan untuk membuka potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

“Kita akan buat area parkir, karena kita tahu HZ Mustofa sudah susah parkir. Setidaknya itu akan menjadi dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” tuturnya.

Baca Juga:Elizabeth Hadirkan Koleksi “Bloom Beneath the Surface” di JFW 2027, Perpaduan Karakter Kuat dan FeminitasPGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Di sisi lain, keresahan para pelaku seni bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, sebagian bangunan eks Humas Setda dan kantor Kesbang telah dimanfaatkan Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) sebagai ruang aktivitas kebudayaan.

0 Komentar