JABAR EKSPRES– Kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) kembali menunjukkan tren positif. Perusahaan teknologi yang menaungi Gojek dan GoPay tersebut berhasil membukukan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026. Pencapaian ini sekaligus menandai keberhasilan GoTo mempertahankan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut.
Hasil positif tersebut menjadi perkembangan penting bagi GoTo di tengah berbagai tantangan bisnis dan dinamika industri layanan digital. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp255 miliar.
Menguatnya kinerja keuangan GoTo juga terlihat dari pertumbuhan sejumlah indikator bisnis utama. Gross Transaction Value (GTV) inti tercatat meningkat 89 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp194 triliun. Sementara itu, pendapatan bersih tumbuh 17 persen menjadi Rp5,6 triliun.
Baca Juga:Elizabeth Hadirkan Koleksi “Bloom Beneath the Surface” di JFW 2027, Perpaduan Karakter Kuat dan FeminitasPGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya perusahaan menjaga kinerja bisnis dan memperkuat fundamental operasional secara berkelanjutan.
“Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” ujarnya.
Ia mengakui, pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan, terutama setelah penerapan komisi sebesar 8 persen pada layanan transportasi roda dua GoRide.
“Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” tambah Hans.
Meski demikian, GoTo menilai fundamental bisnisnya masih menunjukkan perkembangan yang positif. Hal tersebut tercermin dari EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp950 miliar, meningkat 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, arus kas bebas yang disesuaikan Grup juga mengalami peningkatan signifikan hingga 389 persen secara tahunan menjadi Rp1,209 triliun.
GoTo Perkuat Nilai bagi Pemegang Saham
Di tengah pertumbuhan bisnis, GoTo juga mengambil sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.
Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirTutup Youth Fest 2026, Wabup Tasikmalaya Tantang Pemuda Jadi Garda Terdepan Lawan Kemiskinan dan Kebodohan
Hans menjelaskan, perusahaan akan membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara sekitar 2,7 persen dari total saham beredar. Keputusan tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.
