Soal Polemik Eks Setda Tasikmalaya, Bupati Cecep Respon Kekhawatiran Seniman

 Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
 Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin
0 Komentar

Tempat yang sebelumnya terbengkalai itu perlahan dihidupkan menjadi ruang kreatif. Berbagai kegiatan mulai dari latihan seni, pameran, diskusi hingga pertemuan komunitas berlangsung di sana.

Pembina KCT, Ashmansyah Timutiah, mengaku kebingungan memikirkan kelanjutan aktivitas komunitas apabila bangunan yang selama ini menjadi markas mereka harus dibongkar.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan budayawan Acep Zamzam Noor, Amang “Bolon” Hidayat, serta sejumlah pelaku seni lainnya. Mereka memandang eks Setda bukan sekadar bangunan lama, melainkan salah satu simpul penting bagi tumbuhnya ekosistem kesenian di Tasikmalaya Raya.

Baca Juga:Hujan Guyur Tasikmalaya, Rentetan Bencana Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Sejumlah WilayahGoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun

Bahkan, muncul peringatan bahwa pembongkaran tanpa disertai solusi bagi komunitas yang beraktivitas di dalamnya berpotensi memutus ruang tumbuh kesenian yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

Situasi ini pun memunculkan harapan agar rencana penataan kawasan eks Setda tidak hanya berbicara mengenai pemanfaatan aset dan potensi pendapatan daerah, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan ruang-ruang kebudayaan yang sudah tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan demikian, penataan aset pemerintah dan keberadaan komunitas seni diharapkan tidak harus saling meniadakan. Sebab, kawasan yang memiliki nilai ekonomi juga dapat memiliki nilai sosial dan kebudayaan bagi masyarakat. (Hen)

Laman:

1 2
0 Komentar