GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun

GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun
GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun
0 Komentar

Jumlah transaksi GoPay bahkan melonjak 86 persen menjadi 2,8 miliar transaksi. Pertumbuhan tersebut turut mendorong GTV inti bisnis fintech meningkat 96 persen menjadi Rp187 triliun.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA yang disesuaikan GoPay mencapai Rp550 miliar atau tumbuh 304 persen secara tahunan. Pendapatan bersih segmen ini juga meningkat 49 persen menjadi Rp2,3 triliun.

Pertumbuhan penggunaan layanan turut berdampak pada penyaluran pinjaman. Nilai buku pinjaman tercatat meningkat 51 persen secara tahunan menjadi Rp12 triliun.

Baca Juga:Elizabeth Hadirkan Koleksi “Bloom Beneath the Surface” di JFW 2027, Perpaduan Karakter Kuat dan FeminitasPGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Perusahaan menyebutkan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, termasuk memperketat pemberian pinjaman kepada kelompok pengguna dengan tingkat risiko tertinggi sejak kuartal II-2026.

Target EBITDA 2026 Dinaikkan

Melihat perkembangan kinerja hingga kuartal III, GoTo memutuskan menaikkan proyeksi EBITDA Grup yang disesuaikan untuk sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun.

Sebelumnya, perusahaan menetapkan target EBITDA pada kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Penyesuaian target juga dilakukan pada masing-masing lini bisnis. Untuk segmen fintech GoPay, target EBITDA yang disesuaikan dinaikkan menjadi Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun dari sebelumnya Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun.

Sementara itu, target bisnis On-demand Services (ODS) atau Gojek diperlebar menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Peningkatan target tersebut mencerminkan kinerja GoPay yang terus melampaui ekspektasi serta perkembangan bisnis Gojek yang mulai menunjukkan pertumbuhan.

Namun, perusahaan tetap memperhitungkan potensi perubahan regulasi, khususnya aturan pelaksana terkait layanan pengantaran yang masih dinantikan dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

Perluas Apresiasi untuk Mitra Driver

Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirTutup Youth Fest 2026, Wabup Tasikmalaya Tantang Pemuda Jadi Garda Terdepan Lawan Kemiskinan dan Kebodohan

Di tengah fokus memperkuat profitabilitas dan pertumbuhan bisnis, GoTo juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perusahaan, termasuk memberikan manfaat lebih luas bagi jutaan mitra driver.

Hans menilai kesehatan fundamental bisnis menjadi salah satu faktor penting agar perusahaan dapat terus berkembang sekaligus memberikan dampak positif bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem GoTo.

“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver. Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus kami perluas, kami ingin lebih banyak mitra driver dan keluarga mereka merasakan manfaatnya, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa, hingga Umrah gratis,” ujarnya.

0 Komentar