GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun

GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun
GoTo Kembali Cetak Laba Bersih Rp441 Miliar, Target EBITDA 2026 Naik Jadi Rp3,7 Triliun
0 Komentar

Selain pembatalan saham tresuri, perusahaan juga melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback.

“Selain itu, untuk semakin memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, kami melakukan dua hal. Pertama, kami akan membatalkan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7% dari total saham, yang baru-baru ini disetujui dalam RUPSLB. Langkah ini akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan persentase kepemilikan pemegang saham yang ada. Kedua, kami juga terus membeli kembali saham perusahaan karena kami percaya saham GoTo saat ini menawarkan nilai yang menarik,” jelasnya.

Berdasarkan catatan perusahaan hingga 29 Oktober 2026, GoTo telah mengalokasikan dana Rp985 miliar untuk membeli kembali sebanyak 36 miliar saham. Jumlah tersebut setara hampir 3 persen dari total saham Perseroan.

Baca Juga:Elizabeth Hadirkan Koleksi “Bloom Beneath the Surface” di JFW 2027, Perpaduan Karakter Kuat dan FeminitasPGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

GoTo masih memiliki alokasi dana sebesar Rp2,5 triliun untuk melanjutkan program buyback saham yang masa berlakunya hingga Juni 2027.

Sementara itu, pembatalan 32 miliar saham tresuri diperkirakan efektif dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh tahapan dan persyaratan regulasi diselesaikan.

Bisnis Gojek dan GoPay Tunjukkan Pertumbuhan

Dari sisi operasional, bisnis layanan on-demand melalui Gojek masih mencatatkan pertumbuhan transaksi. Jumlah pesanan yang diselesaikan meningkat 9 persen secara tahunan.

Meski demikian, nilai transaksi bruto atau GTV pada segmen ini hanya tumbuh 1 persen menjadi Rp16,9 triliun. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh strategi perluasan pasar ke segmen mass market yang memiliki nilai pesanan lebih rendah, serta penyesuaian harga layanan GoRide setelah penerapan komisi 8 persen.

Pada segmen Mobility, jumlah pesanan yang diselesaikan meningkat 10 persen secara tahunan. Sementara itu, segmen Delivery mencatat pertumbuhan pesanan sebesar 7 persen.

Kinerja segmen Delivery bahkan menunjukkan penguatan dari sisi profitabilitas. EBITDA yang disesuaikan meningkat 20 persen menjadi Rp227 miliar, dengan margin naik 33 basis poin menjadi 2,1 persen.

Adapun dampak penerapan komisi 8 persen terhadap layanan GoRide tercatat mencapai Rp150 miliar pada kuartal III-2026. Meski sempat membukukan EBITDA yang disesuaikan negatif pada Juli, kinerja layanan tersebut mulai membaik dan bergerak menuju titik impas.

Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirTutup Youth Fest 2026, Wabup Tasikmalaya Tantang Pemuda Jadi Garda Terdepan Lawan Kemiskinan dan Kebodohan

Di sisi lain, bisnis fintech melalui GoPay memperlihatkan pertumbuhan yang cukup kuat. Jumlah pengguna aktif bulanan yang melakukan transaksi mencapai 30,4 juta atau meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

0 Komentar