JABAR EKSPRES – Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk membahas rencana penyesuaian tarif air minum pada 2027.
Rencana tersebut disiapkan di tengah kenaikan biaya produksi dan operasional, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam membayar tagihan air.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, A. Teddy Setiabudi, mengatakan penyesuaian tarif perlu dikaji seiring meningkatnya biaya yang harus ditanggung perusahaan sejak 2022.
Baca Juga:Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Gelar Program Spesial Sambut Hari Pelanggan NasionalSambut Hari Pelanggan, Perumdam Tirta Anom Banjar Gratiskan Biaya Balik Nama Rekening Air Periode Ini!
Kenaikan itu mencakup harga bahan kimia pengolahan air, material perpipaan, listrik, hingga bahan bakar minyak (BBM).
“Sejak 2022, kami menghadapi kenaikan berbagai komponen biaya operasional. Kondisi ini tentu menjadi pertimbangan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum kepada masyarakat,” ujar Teddy, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan materi yang dipaparkan dalam forum tersebut, harga bahan kimia untuk pengolahan air mengalami kenaikan sekitar 30–40 persen. Bahan yang terdampak meliputi koagulan, disinfektan, serta bahan pendukung lainnya yang sebagian masih bergantung pada produk impor.
Selain itu, harga material perpipaan, meter air, sambungan, dan aksesori jaringan distribusi meningkat sekitar 30–45 persen. Perubahan harga komoditas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi biaya pengadaan material tersebut.
Biaya listrik juga menjadi salah satu pengeluaran terbesar perusahaan, terutama untuk mengoperasikan instalasi pengolahan air dan pompa distribusi. Sementara kenaikan harga BBM berdampak pada biaya transportasi, pemeliharaan jaringan, mobilitas petugas lapangan, hingga distribusi material.
“Kenaikan biaya tersebut perlu diperhitungkan karena kami harus tetap menjaga kualitas, kontinuitas, dan jangkauan pelayanan. Namun, rencana penyesuaian tarif juga harus memperhatikan keterjangkauan bagi pelanggan,” kata Teddy.
Dalam skema yang dibahas, Tirta Raharja merencanakan pendekatan tarif secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kemampuan membayar pelanggan.
Baca Juga:Dugaan Nepotisme Melilit Kursi Dirut Perumda Tirtawening Kota BandungPeduli Kebakaran Cimenyan-Kota Banjar, Perumdam Tirta Anom Salurkan Bantuan hingga Beri Keringanan Tagihan
Teddy menjelaskan, pelanggan yang masuk kelompok masyarakat yang perlu dilindungi direncanakan tidak mengalami kenaikan tarif. Sementara itu, kelompok pelanggan menengah direncanakan mendapat penyesuaian secara moderat.
“Penyesuaian tarif ini direncanakan secara bertahap dan berkeadilan. Pelanggan yang membutuhkan perlindungan direncanakan tidak mengalami kenaikan, sedangkan penyesuaian bagi kelompok lainnya akan mempertimbangkan kemampuan membayar,” ujarnya.
