Jabar Ekspres – Video yang memperlihatkan kondisi Danau Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung, mengering viral di media sosial. Fenomena tersebut terjadi di tengah kemarau panjang yang menyebabkan debit air danau wisata itu menyusut.
Pengelola Kawah Putih, Budi Kawal, mengungkapkan penyusutan debit air diperkirakan mencapai 40 persen. Ia mengatakan, kondisi tersebut masih berlangsung dan belum menunjukkan perubahan berarti dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
“Untuk kemarau panjang ini, kondisi Kawah Putih untuk sementara danaunya surut. Untuk surutnya diperkirakan 40 persen,” kata Budi saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Baca Juga:Hari Santri 2026, Bupati Cecep Dorong Pesantren Tasikmalaya Lebih Profesional dan AdaptifTragis! Niat Cari Kayu Bakar, Kakek 65 Tahun di Culamega Tasikmalaya Tewas Terpanggang di Kebun Sendiri
Menurutnya, Danau Kawah Putih memiliki sumber air yang bergantung pada hujan. Karena itu, debit air berpeluang kembali meningkat ketika memasuki musim hujan.
“Kebetulan Danau Kawah Putih itu sebenarnya bersumber pada hujan, jadi kalau musim hujan bisa naik kembali airnya,” ujarnya.
Meski permukaan air menyusut, kondisi tersebut belum memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan. Pengelola mencatat jumlah pengunjung masih relatif stabil, baik pada hari biasa maupun akhir pekan.
Budi menyebut, jumlah wisatawan pada hari biasa berada di kisaran 600 orang. Sementara itu, pada akhir pekan, jumlah kunjungan dapat mencapai lebih dari 1.500 orang.
“Untuk kunjungan sementara alhamdulillah enggak (terpengaruh). Karena yang dulunya berfoto di tepian air, sekarang jadi ada daratan,” ucapnya.
Munculnya daratan di sekitar tepian danau membuat pengunjung memiliki area berbeda untuk berfoto. Kendati demikian, pengelola menyebut fasilitas wisata yang tersedia masih sama dan belum mengalami perubahan.
