Hari Santri 2026, Bupati Cecep Dorong Pesantren Tasikmalaya Lebih Profesional dan Adaptif

Bupati Cecep saat memberi arahan pada Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi dan Kecakapan Komunikasi Pesantr
Bupati Cecep saat memberi arahan pada Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi dan Kecakapan Komunikasi Pesantren
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mendorong pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan kemampuan komunikasi agar semakin profesional serta mampu menjawab tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Cecep saat menghadiri Pelatihan Nasional Manajemen Organisasi dan Kecakapan Komunikasi Pesantren di Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Tasikmalaya dengan mengusung tema “Pesantren Profesional, Komunikatif, dan Berdaya”.

Baca Juga:Tragis! Niat Cari Kayu Bakar, Kakek 65 Tahun di Culamega Tasikmalaya Tewas Terpanggang di Kebun SendiriKemarau Panjang Cekik Warga Pesisir Tasikmalaya, 12.000 Liter Air Bersih Disalurkan

Dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026), Cecep menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak semestinya hanya menjadi agenda seremonial atau sekadar mengenang sejarah perjuangan para santri.

Lebih dari itu, momentum HSN perlu dimanfaatkan untuk memperkuat pendidikan, meningkatkan kapasitas kelembagaan pesantren, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berorganisasi, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Karena itu, penguatan kapasitas pengelola pesantren menjadi salah satu langkah penting agar lembaga pendidikan Islam tersebut semakin siap menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Cecep berharap pelatihan nasional ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Saya berharap kegiatan pelatihan nasional manajemen organisasi dan kecakapan komunikasi pesantren ini berjalan lancar dan menghasilkan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola pesantren di Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan, meliputi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), serta pondok pesantren.

Baca Juga:Jaga Keandalan Pasokan Energi, Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III 2026Bagikan Sembako dan Santuni 150 Anak Yatim, PT MBK Ventura Gandeng OJK Edukasi Keuangan Warga Tanjungsari

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, serta narasumber di bidang public speaking.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya semakin mampu membangun tata kelola yang baik, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, dan meningkatkan kontribusinya dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, serta berdaya saing. (Hen)

0 Komentar