Cecep juga mengingatkan bahwa kirab pada 20 Oktober tersebut baru menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Sejumlah agenda masih akan digelar sebelum puncak peringatan pada 22 Oktober, termasuk haflah tilawah yang memberikan panggung bagi para qari dan qariah.
Di balik perayaan Hari Santri, Pemkab Tasikmalaya juga menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui program wakaf produktif.
Cecep mengungkapkan, pemerintah daerah berencana menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan pelaksanaan program tersebut. Skemanya melibatkan sekitar 16 ribu aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.
Baca Juga:Jelang Hari Santri 2026, Bupati Cecep Mulai Safari Ziarah Ulama TasikmalayaPolres Tasikmalaya Buka Pendaftaran Binlat Khusus Santri, Ada Syarat Hafal 3 Juz Al-Qur’an
Setiap pegawai direncanakan berwakaf produktif sebesar Rp1 juta per orang. Dengan skema tersebut, potensi dana wakaf yang dapat dihimpun secara keseluruhan mencapai sekitar Rp16 miliar, apabila seluruh sasaran berpartisipasi sesuai rencana.
Dana tersebut diharapkan dapat dikelola secara produktif sehingga manfaatnya berkelanjutan, termasuk untuk mendukung kebutuhan pondok pesantren dan para santri.
“Nanti anggaran yang bisa bermanfaat, termasuk untuk pondok pesantren atau santri,” kata Cecep.
Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Alayubi menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pesantren agar semakin maju dan mandiri.
Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif harus menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mampu berkembang secara ekonomi dan melahirkan para alim yang membimbing masyarakat.
“Kita dorong ekonomi kreatif ini menyentuh semua pihak. Pondok pesantren lebih maju lagi dan tentu mencetak para alim yang menyejukkan masyarakat serta menjadi pembimbing akidah masyarakat,” ujar Asep.
Bagi para santri, kirab tersebut juga menjadi pengingat untuk terus memperdalam ilmu agama dan menjaga tradisi pesantren. Farhan, salah seorang peserta, mengaku menjadikan momentum Hari Santri sebagai penyemangat untuk lebih giat mengaji dan menghafal.
Baca Juga:48 Santri Siap Bertanding di PORSADIN Banjar, Ini Daftar Lomba dan TujuannyaDosen POLSUB Bawa PROTEKSI ke Pesantren, Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Santri Berbasis Website
Rangkaian HSN 2026 di Kabupaten Tasikmalaya pun diharapkan tidak hanya meninggalkan kemeriahan kirab, tetapi juga memperkuat penghormatan terhadap ulama, meningkatkan kualitas santri, serta mendorong kemandirian ekonomi pesantren. (Hen)
