JABAR EKSPRES – Sejak pagi, matahari mulai menyinari sudut Kota Cimahi. Di halaman Cimahi Techno Park, sebanyak 100 becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto berjejer rapi, menandai harapan baru bagi para penarik becak.
Satu per satu, para pengayuh becak mulai berdatangan dan memasuki halaman. Mereka bersiap menerima bantuan tersebut, sembari menanti Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, membuka kegiatan yang menjadi momen istimewa bagi mereka.
Di usianya yang menginjak 69 tahun, Yayat masih setia menjalani pekerjaannya sebagai penarik becak di Kota Cimahi, Jawa Barat. Selama 35 tahun, pria yang tinggal di kawasan Kalidam, RT 7 RW 10, itu menggantungkan hidup dari penumpang yang datang silih berganti.
Baca Juga:Becak Listrik Bantuan Prabowo di Cimahi Tak Bebas MelintasCimahi Terima 100 Becak Listrik Bantuan Presiden, Ini Skema Penempatan dan Pengoperasiannya
Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Yayat mulai mencari penumpang di kawasan Pasar Antri Baru. Ia bertahan di tengah perubahan zaman, ketika kendaraan bermotor semakin mendominasi jalanan dan becak kayuh perlahan kehilangan tempatnya dalam kehidupan perkotaan.
Namun, bagi Yayat, pekerjaan tersebut tetap menjadi jalan untuk mencari nafkah. Meski usianya tak lagi muda, ia terus menjalani rutinitas hingga sekitar pukul 18.00 WIB.
“Sudah 35 tahun,” kata Yayat saat menceritakan lamanya ia bekerja sebagai penarik becak pada Jabar Ekspres di Cimahi Techno Park, Selasa 20 Oktober 2026.
Puluhan tahun mengayuh becak bukan berarti Yayat selalu mendapatkan penghasilan yang cukup. Dalam beberapa waktu terakhir, pendapatannya justru semakin tidak menentu. Jumlah penumpang yang sedikit membuat uang yang dibawa pulang terkadang hanya cukup untuk kebutuhan terbatas.
Tarif yang diterimanya dari setiap penumpang juga bervariasi. Ada yang membayar Rp10.000, ada pula yang memberikan Rp15.000. Besar kecilnya pendapatan bergantung pada jumlah penumpang yang menggunakan jasanya sepanjang hari.
“Ya, paling kalau lagi sepi, sekarang-sekarang mah cuma Rp20.000, Rp30.000. Kadang-kadang Rp10.000,” tuturnya.
Dengan waktu kerja lebih dari 11 jam, penghasilan tersebut menjadi gambaran perjuangan Yayat dalam mempertahankan mata pencahariannya. Ia harus tetap berada di pangkalan dan menunggu penumpang, meski belum tentu setiap hari mendapatkan pemasukan yang sama.
Baca Juga:30 Tahun Kayuh Pedal Manual, Tukang Becak Bandung Sumringah Dapat Becak Listrik260 Tukang Becak di Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo
Di balik rutinitas panjang itu, Yayat tetap menjalani kehidupannya dengan sederhana. Kini, ia tinggal berdua bersama sang istri. Dari perjalanan rumah tangganya, mereka telah dikaruniai tujuh cucu.
