Jabar Ekspres – Aan Kurniawan sumringah. Tenaganya tak akan lagi terkuras karena mengayuh becak dari Kiaracondong ke Antapani.
Ia merupakan satu dari 200 tukang becak yang menerima Becak Listrik dalam penyerahan di Kota Bandung, Jumat (18/9). Becak itu bakal menjadi tenaga baru dalam mengais rezeki.
Tiga puluh tahun sudah, Aan mengadu nasib dengan becak tuanya. Sehari – hari ia mangkal di Kiaracondong.
Baca Juga:KSP Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah TanggaRumah dan Toko Sembako di Cipatujah Ludes, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
Walau sudah tak banyak, ia pun tetap senang mengantarkan penumpang yang menyewa jasanya. Walaupun kadang harus ngos-ngosan.
“Paling jauh itu antar ke Antapani ” katanya.
Pria yang kulitnya tak lagi kencang itu melanjutkan, dalam sehari biasanya ia mengantarkan 5 penumpang. Itu bukan juga alasan sepinya penumpang tapi juga karena fisik yang sudah tak sekuat dulu.
“Penghasilan sehari ya sekitar Rp 50 ribu, ” imbuhnya.
Aan mengaku terpaksa harus menjadi tukang becak karena memang tak ada pekerjaan lain yang bisa ia lakukan. Becak itulah yang menjadi senjata terakhir untuk mencari makan sehari hari dan beberapa keperluan keluarga.
Karenanya, hari ini ia sumringah. Ia mendapat Becak Listrik program dari Presiden Prabowo. Kehadiran becak itu bakal berarti di tengah tenaga usianya yang tak lagi muda.
“Senang tentunya, karena tidak capek lagi mengayuh becak, ” ujarnya.
Hal senada disampaikan Aras. Sehari hari ia mangkal di Astana Anyar. Menjadi tukang becak adalah opsi terakhir yang bisa ia jalani untuk mendapatkan rezeki halal.
Karenanya di tengah usia yang tak lagi muda Becak Listrik menjadi tenaga baru yang cukup membantu. “Senang karena saya tak perlu keluar tenaga lagi, ” candanya. (son)
