Baginya, kesehatan dan kesempatan untuk terus berusaha merupakan hal yang patut disyukuri. Ia pun tidak banyak berbicara mengenai keinginan besar, selain bisa menjalani kehidupan dengan baik.
“Alhamdulillah dikasih sehat oleh Allah Ta’ala,” katanya.
Ketika ditanya mengenai prinsip hidup yang terus dipegangnya, Yayat menekankan pentingnya kejujuran. Nilai tersebut menjadi pegangan selama puluhan tahun menjalani pekerjaan sebagai penarik becak.
“Yang penting jujur, kejujuran,” ujarnya.
Kisah Yayat memperlihatkan perjuangan seorang pekerja sektor informal yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman. Selama 35 tahun, ia mengandalkan tenaga dan kesabaran untuk mencari nafkah bagi keluarga.
Baca Juga:Becak Listrik Bantuan Prabowo di Cimahi Tak Bebas MelintasCimahi Terima 100 Becak Listrik Bantuan Presiden, Ini Skema Penempatan dan Pengoperasiannya
Kini, dengan becak listrik, Yayat memiliki harapan untuk melanjutkan pekerjaannya dengan lebih ringan. Di balik usia yang semakin senja, semangatnya untuk tetap bekerja dan rasa syukur atas kesehatan menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. (Mong)
