Genjot Pengolahan Sampah dari Rumah, DLH Cimahi Bidik Pengurangan Sampah 60 Persen

Genjot Pengolahan Sampah dari Rumah, DLH Cimahi Bidik Pengurangan Sampah 60 Persen
Ilustrasi pengolahan sampah. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi masih memiliki sisa kuota pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sebanyak 486,042 ton untuk periode 5–18 Oktober 2026. Kondisi ini menjadi peluang bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi untuk mengoptimalkan pengangkutan sekaligus memperkuat pengurangan sampah dari sumbernya.

Berdasarkan data UPTD Pelayanan Persampahan, realisasi pembuangan sampah hingga 17 Oktober 2026 mencapai 1.673,18 ton dari total kuota periode tersebut sebesar 2.159,222 ton.

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang 1–31 Oktober 2026, pembuangan sampah tercatat mencapai 2.125,28 ton dari kuota bulanan sebesar 3.336,48 ton.

Baca Juga:Bakar Sampah Berujung Hanguskan Kios Pandai Besi di Cintawana-Tasikmalaya, Kerugian Capai Puluhan JutaNgatiyana Ancam Sanksi Pembuang Sampah Sembarangan di Cimahi

Data tersebut menunjukkan bahwa kuota pembuangan sampah Kota Cimahi masih tersedia dan perlu dimanfaatkan secara optimal agar pelayanan kebersihan tetap berjalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan pendataan hingga tingkat kelurahan untuk memetakan persoalan persampahan secara lebih terperinci.

Menurut Chanifah, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi serta bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kita akan ke kelurahan untuk melakukan pendataan lagi supaya tahu peta permasalahan persampahan ini sedetail mungkin,” ujar Chanifah saat diwawancarai Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, pengurangan sampah perlu dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Karena itu, masyarakat didorong untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah, sehingga jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA dapat ditekan.

Chanifah mengungkapkan, kuota pembuangan sampah Kota Cimahi ke TPA Sarimukti untuk periode dua mingguan masih berada di angka 1.668,24 ton. Namun, dibandingkan kondisi sebelumnya, pemanfaatan kuota tersebut kini dinilai lebih terkendali.

Jika pada masa awal pembatasan kuota kerap habis sebelum periode dua minggu berakhir, saat ini Kota Cimahi mulai memiliki sisa kuota yang dapat diakumulasikan untuk periode berikutnya.

Baca Juga:KDM Soroti Sungai Cimahi yang Kumuh, Ngatiyana Minta Warga Tak Buang Sampah SembaranganDiduga Lalai Bakar Sampah, TPS di Cimahi Utara Dilalap Api

“Kalau awal-awal itu selalu 10 hari sudah habis. Karena memang masyarakat sekarang sudah banyak yang sadar, mereka mau pilah benar di rumah,” katanya.

Ia menilai peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menjadi salah satu faktor yang membantu mengendalikan volume sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti. Meski demikian, pengolahan sampah di tingkat rumah tangga masih perlu ditingkatkan.

0 Komentar