JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi Ngatiyana memantau pelaksanaan kerja bakti serentak yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat di seluruh wilayah Kota Cimahi hingga tingkat kelurahan, Jumat, 16 Oktober 2026.
Kegiatan ini menyasar sungai, taman, kawasan pasar, serta lahan-lahan tak bertuan yang berpotensi menjadi tempat penumpukan sampah.
Ngatiyana mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik, masyarakat bersama ASN telah bergotong royong membersihkan lingkungan, termasuk kawasan Pasar Atas dan area sekitar Pemerintah Kota Cimahi.
Baca Juga:Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Ahmad Luthfi Sudah Ingatkan Pentingnya Clean and Good GovernmentPemprov Jateng Libatkan 123 Perguruan Tinggi Bareng-Bareng Entaskan Kemiskinan
Menurut dia, kerja bakti tersebut merupakan upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kota Cimahi. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar kebersihan kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Kita bersihkan semuanya, kerja bakti di sungai maupun di taman-taman di wilayah Kota Cimahi. Kita kebersamaan untuk menjaga Kota Cimahi agar Cimahi ini bersih, sehat, untuk kepentingan kita bersama,” kata Ngatiyana saat melakukan pemantauan.
Di sisi lain, Ngatiyana menyoroti kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk pengendara sepeda motor yang membuang sampah di jalan. Perilaku tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab sampah menumpuk di sejumlah lokasi.
Untuk menindak pelanggaran tersebut, ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cimahi melakukan penegakan aturan terhadap warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Sanksi akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kalau sanksinya, kita tekankan kepada nanti Satpol PP, kalau ketemu yang membuang sampah sembarangan, kalau memang sesuai aturan itu bisa kenakan sanksi ataupun yang lain-lain, akan kita kenakan,” tegasnya.
Ngatiyana menyebutkan, kegiatan kerja bakti telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sampah yang terkumpul langsung dibersihkan dan ditampung untuk penanganan lebih lanjut.
Meski begitu, pemerintah kota masih akan melanjutkan pembersihan sungai di berbagai wilayah Cimahi. Langkah tersebut dinilai mendesak, terutama untuk mengantisipasi potensi banjir ketika hujan turun.
Baca Juga:Cekcok Berujung Maut di Tanjungjaya Tasikmalaya, Korban Dibacok Golok dan Dihantam BatuTerungkap! Siswi SMK di Tasikmalaya Diduga Jadi Target Pengantin Pesanan WNA China
Menurut Ngatiyana, sampah yang dibiarkan menumpuk di sungai dapat terbawa arus dan terkonsentrasi di bagian hilir. Kondisi itu berisiko menghambat aliran air dan memicu persoalan lingkungan, termasuk banjir.
