SLHS SPPG Panyandaan KBB Dicabut, BGN Kembali Jatuhkan Sanksi

SLHS SPPG Panyandaan KBB Dicabut, BGN Kembali Jatuhkan Sanksi
Jurnalis memotret suasana di SPPG Panyandaan, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Dok Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur SPPG Panyandaan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi dicabut setelah ditemukan sejumlah persoalan yang harus diperbaiki.

Tak hanya kehilangan sertifikat kelayakan higiene dan sanitasi, dapur penyedia makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut juga kembali disuspensi Badan Gizi Nasional (BGN). Sanksi itu dijatuhkan di tengah dugaan keracunan yang dialami belasan siswa SDN Garuda, Kecamatan Cisarua.

Ketua Satgas MBG KBB, Fauzan Azima, membenarkan penghentian sementara operasional SPPG Panyandaan oleh BGN. Hasil pengecekan menunjukkan masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dibenahi sebelum dapur tersebut dapat dipertimbangkan untuk beroperasi kembali.

Baca Juga:14 Siswa Tumbang Usai Santap MBG, SPPG Panyandaan-KBB Akui Ada Kesalahan PengolahanDua Kali Tersandung Dugaan Keracunan, SLHS SPPG Panyandaan Terancam Dicabut

“SPPG Panyandaan sudah disuspensi lagi oleh BGN. Dari hasil pengecekan, masih banyak yang harus diperbaiki, baik dari sisi perbaikan mayor maupun minor,” kata Fauzan, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, pencabutan SLHS dilakukan Dinas Kesehatan bersama Satgas MBG KBB setelah ditemukan sejumlah persoalan terkait kelayakan higiene dan sanitasi dapur. Perbaikan menyeluruh menjadi hal penting untuk memastikan dapur memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Meski begitu, keputusan mengenai kelanjutan operasional SPPG Panyandaan berada di tangan BGN. Dapur tersebut belum dapat dipastikan kembali beroperasi sebelum berbagai catatan perbaikan ditindaklanjuti.

“Kalau belum diperbaiki, itu sudah menjadi kewenangan BGN. Tutup atau tidaknya dapur SPPG merupakan ranah BGN,” tegasnya.

Sementara itu, penyebab dugaan keracunan yang dialami 18 siswa SDN Garuda masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sampel makanan dari SPPG Panyandaan diperiksa untuk membantu menelusuri penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa setelah menyantap makanan MBG.

Fauzan mengatakan, hasil laboratorium menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium. Setelah itu, baru ada pertimbangan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga:Dapur SPPG Panyandaan Kembali Disuspend, Kasus Keracunan TerulangTim Investigasi BGN Dalami Dugaan Pelanggaran Keamanan Pangan di Dapur Panyandaan 

Fauzan juga mempersilakan masyarakat dan orang tua siswa yang terdampak dugaan keracunan untuk menyampaikan laporan langsung kepada BGN. Pengaduan tersebut diharapkan dapat membantu proses evaluasi dan penanganan pelaksanaan program MBG.

0 Komentar