JABAR EKSPRES – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengakui adanya kemungkinan kesalahan dalam proses pengolahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi 14 siswa SDN Garuda Kertawangi.
Diketahui belasan siswa tersebut mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (29/9/2026). Makanan yang dikonsumsi para siswa diduga dipasok dari SPPG Panyandaan.
Kepala SPPG Panyandaan, Satia Wiguna Muliarta, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut.
Baca Juga:Dua Kali Tersandung Dugaan Keracunan, SLHS SPPG Panyandaan Terancam DicabutDapur SPPG Panyandaan Kembali Disuspend, Kasus Keracunan Terulang
“Dugaan kami, mungkin ada human error dalam proses pengolahan makanan, terutama saat menggoreng. Tapi ini masih kami telusuri,” kata Satia saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, prosedur pengolahan hingga pendistribusian makanan sebenarnya telah diterapkan sejak awal pelaksanaan program MBG. Pemantauan juga dilakukan bersama tim untuk memastikan makanan yang diproduksi layak sebelum didistribusikan.
“Prosedur-prosedur itu sebenarnya sudah kami terapkan dari awal sampai akhir, bahkan saya monitoring langsung bersama tim,” ujarnya.
Satia juga membantah makanan yang diberikan kepada para siswa dalam kondisi basi. Ia menyebut pengecekan tetap dilakukan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah.
“Kalau basi itu tidak, karena di dalam kan kami cek juga,” katanya.
Selain dugaan kesalahan dalam proses pengolahan, Satia menyebut keterbatasan sumber daya dalam proses produksi juga menjadi salah satu kemungkinan yang masih diperhatikan.
“Mungkin ada masalah dalam proses pengolahan, atau kemungkinan bisa jadi karena keterbatasan sumber daya atau hal lainnya,” tuturnya.
Baca Juga:Puluhan Siswa Sakit, SPPG Cipeundeuy Bantah MBG Jadi Biang KeracunanBGN Bekukan SPPG Padalarang Imbas Dugaan Keracunan MBG
Adapun menu MBG yang dibagikan pada Selasa (29/9/2026), terdiri dari nasi putih, chicken cordon bleu, kacang, dan buah kelengkeng.
Satia mengatakan, evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di SPPG Panyandaan juga dilakukan oleh Satgas MBG. Survei dilakukan untuk melihat kondisi dan proses pelaksanaan program di dapur tersebut.
“Iya, sudah disurvei juga oleh Satgas dan dari teman-temannya sendiri,” katanya.
Namun, Satia belum dapat menyampaikan hasil evaluasi secara menyeluruh. Pihaknya masih berkoordinasi dengan yayasan maupun pimpinan terkait langkah perbaikan yang akan dilakukan di SPPG Panyandaan.
