Bupati Cecep Gaspol Lanjutkan SOR Mangunreja, Jangan Sampai Investasi Mubazir

Bupati Cecep Nurul Yakin/Foto: Humas Pemkab
Bupati Cecep Nurul Yakin/Foto: Humas Pemkab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memastikan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja tetap berlanjut. Di tengah munculnya kekhawatiran publik mengenai kualitas konstruksi, standar lapangan, hingga efektivitas penggunaan anggaran, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memilih fokus menuntaskan proyek yang telah menelan investasi puluhan miliar rupiah tersebut.

Cecep menegaskan, keberlanjutan pembangunan SOR Mangunreja bukan sekadar menjalankan proyek fisik, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas olahraga yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keputusan pemerintah harus berpijak pada ketentuan hukum dan perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan, bukan semata-mata mengikuti kekhawatiran berbagai pihak.

Baca Juga:Bandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai ManfaatPanas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet Investor

“Saya itu tidak berjalan di atas kekhawatiran orang. Saya berjalan di atas aturan yang ada,” tegas Cecep, Jumat (9/10/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan sport center Mangunreja merupakan salah satu program prioritas yang masuk dalam 13 Program Gerak Cepat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya.

Karena itu, kelanjutan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merealisasikan agenda pembangunan yang telah dirancang, sekaligus mengoptimalkan aset dan investasi yang sudah tertanam.

Salah satu alasan utama Cecep mendorong keberlanjutan pembangunan SOR Mangunreja adalah besarnya anggaran yang telah dikucurkan pada tahap sebelumnya, yakni sekitar Rp86 miliar.

Ia menilai, membiarkan pembangunan berhenti tanpa kejelasan penyelesaian justru berpotensi membuat investasi uang negara tidak menghasilkan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Kalau stadion ini tidak dimulai, maka potensinya adalah ada kerugian negara. Kenapa? Karena uang negara sudah masuk ke situ Rp86 miliar,” ungkapnya.

Bagi Cecep, besarnya anggaran yang telah terserap semestinya menjadi alasan untuk memastikan fasilitas tersebut dapat diselesaikan dan dimanfaatkan, bukan justru menjadi penghalang untuk melanjutkan pembangunan.

Baca Juga:AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra NusantaraKerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 Orang

Ia juga menyoroti perbedaan cara pandang dalam menilai manfaat proyek publik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari kemampuan mengembalikan modal secara finansial atau mencapai break even point (BEP), tetapi juga dari manfaat sosial yang dirasakan masyarakat.

SOR Mangunreja diharapkan menjadi fasilitas penunjang pembinaan atlet, pengembangan olahraga daerah, serta ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga.

0 Komentar