JABAR EKSPRES – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyiapkan subsidi biaya angkut untuk mendistribusikan daging ayam ras dari daerah sentra produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan dan gejolak harga.
Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga harga daging ayam tetap wajar sekaligus memastikan produksi dari daerah surplus dapat terserap dan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan subsidi angkutan menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan pemerintah untuk mengatasi kendala distribusi, khususnya di daerah yang bukan merupakan sentra produksi ayam.
Baca Juga:295 Pedagang Ditata, Alun-Alun dan Terminal Singaparna Diproyeksikan Bebas PKL serta Parkir LiarPreman dan Jukir Ilegal Disisir, Pejual Miras Kena Sikat di Singaparna
“(Untuk) angkutan distribusi, kita bisa subsidi dari Bapanas, supaya penyerapan produksi dari tempat produsen yang lebih, bisa menyebar ke seluruh daerah,” kata Hermawan.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian pemerintah setelah daging ayam ras kembali memberikan andil terhadap inflasi nasional pada September. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga ayam antara lain dipengaruhi meningkatnya permintaan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Selain permintaan, harga pakan ternak juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga ayam di tingkat konsumen.
Meski demikian, Bapanas menilai kenaikan harga yang terjadi belum berlangsung secara merata di seluruh wilayah. Sejumlah daerah bahkan masih mencatat harga ayam yang relatif rendah, sementara tekanan harga lebih banyak terjadi di wilayah tertentu yang pasokannya terbatas.
“Jadi begini, ini ada kebutuhan semakin banyak, mungkin dalam bulan-bulan terakhir terjadi kenaikan, tapi masih harga yang wajar, masih di batasnya, tidak secara keseluruhan. Di daerah pun masih banyak yang murah. Hanya tempat-tempat tertentu saja yang mungkin produsen ayamnya kurang,” ujar dia.
Menurut Hermawan, persoalan biaya distribusi menjadi salah satu tantangan dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan strategis. Kondisi tersebut semakin terasa bagi daerah yang tidak memiliki sentra produksi ayam sendiri sehingga harus mendatangkan pasokan dari wilayah lain.
Karena itu, Bapanas akan mengidentifikasi daerah yang mengalami kekurangan pasokan untuk kemudian dipenuhi dari wilayah produsen.
Baca Juga:Pria 63 Tahun Ditemukan Tewas di Dasar Sumur Sedalam 19 Meter, Evakuasi Berlangsung DramatisPenawaran SUN Tembus Rp42,87 Triliun, Pemerintah Serap Rp28,8 Triliun
“Bapanas memastikan mana daerah yang kurang (pasokan) akan disuplai dari daerah-daerah yang produsen. Kita anggaran masih ada,” kata Hermawan
