“Kalau naiknya sudah di atas Rp3.000 itu baru saya beli tidak terlalu banyak. Kalau harga masih normal sih ya beli per kilogram,” ujarnya.
Esih yang juga memiliki usaha makanan mengaku harus menyesuaikan stok dagangannya dengan perkembangan harga bahan baku. Langkah tersebut dilakukan agar harga jual makanan tetap dapat mengikuti perubahan harga sembako di pasaran.
“Ya kalau kita dagang, itu disesuaikan dengan harga terbaru. Soalnya kalau harga naik, otomatis penjualan kita juga harus disesuaikan dengan harga sembako-nya,” tutur Esih. (Mong)
