Pasar Induk Padakembang Masuk Radar Investor, Proposal Tasikmalaya Raih Nilai Tertinggi WJIC 2026

Wakil Bupati terima kunjungan WJIC
Wakil Bupati terima kunjungan WJIC
0 Komentar

Pemkab telah menyiapkan lahan sekitar 6,5 hektare di Kecamatan Padakembang. Dari luasan tersebut, sekitar 3 hektare diproyeksikan untuk pembangunan pasar induk, sementara lahan lainnya disiapkan untuk pengembangan terminal terpadu.

Konsep tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung penataan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya dan menjadi solusi atas kondisi Pasar Singaparna yang selama ini menjadi pusat aktivitas perdagangan.

Rencana Pasar Padakembang juga bukan proyek yang baru muncul. Dalam dokumen Rencana Induk Pengembangan Sektor Agribisnis Jawa Barat, pembangunan Pasar Padakembang tercantum sebagai salah satu proyek pembangunan pasar di wilayah Jawa Barat bagian selatan.

Baca Juga:Puan: Siang Ini, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto Gantikan Listyo Sigit 

Dokumen tersebut mencantumkan indikasi kebutuhan anggaran sekitar Rp120 miliar untuk pembangunan Pasar Padakembang, dengan sumber pembiayaan yang melibatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dalam dokumen perencanaan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih baru, pembangunan Pasar Padakembang juga tercantum sebagai proyek yang dapat didukung melalui APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten.

Artinya, skema pembiayaan proyek tidak semata-mata dibebankan kepada APBD Kabupaten Tasikmalaya. Masuknya proyek tersebut dalam WJIC membuka ruang untuk menjajaki skema pembiayaan dan investasi yang lebih luas.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Tasikmalaya sebelumnya telah mendorong Pemkab agar segera menyiapkan Detail Engineering Design (DED) Pasar Induk Padakembang.

DED diperlukan sebagai dasar teknis pembangunan, termasuk gambar kerja, spesifikasi teknis hingga perhitungan biaya pembangunan. Kelengkapan tersebut penting agar proyek dapat segera bergerak ketika dukungan pendanaan tersedia.

Rencana relokasi ini sendiri telah melalui perjalanan panjang. Pemerintah daerah sebelumnya telah menyiapkan lahan di Padakembang dan menjadikannya bagian dari rencana pemindahan Pasar Singaparna. Proses pembangunan sempat menghadapi hambatan, antara lain perubahan nomenklatur kementerian di tingkat pemerintah pusat.

Kini, proyek tersebut kembali mendapat momentum melalui WJIC 2026.

Bagi Pemkab Tasikmalaya, tantangannya bukan lagi sekadar mempertahankan proyek dalam dokumen perencanaan, tetapi memastikan proposal investasi tersebut benar-benar berubah menjadi pembangunan fisik.

Baca Juga:Prabowo Ajukan Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, DPR Gelar Uji KelayakanLewat Science Day 2026, UIKA Bogor Kenalkan Inovasi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Berbasis Komunitas 

Dengan lokasi yang telah disiapkan, konsep relokasi yang sudah lama dirancang dan proposal yang mendapat nilai tertinggi dalam WJIC 2026, Pasar Padakembang kini kembali berada di persimpangan penting: mencari dukungan pembiayaan dan membawa rencana pasar induk dari meja perencanaan menuju pembangunan nyata. (Hen)

0 Komentar