Pakar: Jaga Kebersihan dan Vaksinasi Guna Cegah Influenza A pada Anak

influenza
Ilustrasi: Petugas kesehatan menyuntikan vaksin meningitis dan infuenza kepada seorang calon haji Kota Banda Aceh di Puskesmas Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pakar Penyakit Tropis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Priyo Budi Purwono menyarankan masyarakat menjaga kebersihan dan melakukan vaksinasi influenza untuk mencegah penularan Influenza A pada anak.

“Anak-anak lebih rentan karena mereka belum sepenuhnya memahami pembatasan dalam berinteraksi, termasuk kebiasaan menjaga higiene seperti menutup mulut ketika batuk atau bersin. Selain itu sistem imunitas anak masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terinfeksi ,” kata Priyo Budi.

Ketua Lembaga Penyakit Tropis (LPT) sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unair itu menjelaskan Influenza A merupakan tipe virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas dan bawah.

Baca Juga:Memperkuat Industri Baterai Kendaraan listrik IndonesiaCegah Penularan Influenza A

Penularannya melalui percikan air liur (droplet) ketika seseorang batuk atau bersin maupun benda yang terkontaminasi virus. Menurutnya, peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan pada anak dipengaruhi berbagai faktor, antara lain perubahan cuaca dan interaksi antar-manusia.

Gejala Influenza A umumnya muncul setelah masa inkubasi sekitar satu hingga tujuh hari, berupa demam, nyeri tubuh, pilek, nyeri menelan, dan batuk. Gejala tersebut sulit dibedakan dengan infeksi saluran pernapasan lainnya, sehingga tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala.

Priyo mengatakan sebagian besar kasus Influenza A berada pada tingkat ringan hingga sedang. Namun orang tua perlu mewaspadai komplikasi berupa radang paru-paru, terutama ketika anak mengalami sesak napas.

“Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah radang paru-paru. Jika peradangan semakin berat ditandai dengan sesak napas, bunyi napas tambahan dan menyebabkan hipoksemia. Pada kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami sesak hingga kegagalan napas,” ujarnya.

Ia mengatakan pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan melalui pemeriksaan usap (swab) hidung atau tenggorokan dan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen dada sesuai indikasi medis.

Untuk mengurangi risiko penularan, Priyo menekankan pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi interaksi ketika sedang sakit, berolahraga, istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menerima vaksin influenza.

“Tidak perlu panik. Kita bisa belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Jika kondisi semakin parah, berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai,” katanya. (ANTARA)

0 Komentar