ISPA Merebak di Cimahi, Dinkes Belum Rekomendasikan Sekolah Terapkan PJJ

Ilustrasi kasus ISPA kian meningkat. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi kasus ISPA kian meningkat. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus saluran pernapasan di Kota Cimahi mengalami peningkatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya lingkungan sekolah, perkantoran, hingga perusahaan, mulai mempertanyakan langkah pencegahan yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.

Menanggapi peningkatan kasus saluran pernapasan di Cimahi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dr. Mulyati, mengimbau masyarakat yang sedang sakit untuk menggunakan masker. Sementara bagi masyarakat yang dalam kondisi sehat, penggunaan masker belum diwajibkan dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut Mulyati, penggunaan masker terutama diperlukan bagi orang yang sedang mengalami sakit atau gejala gangguan saluran pernapasan. Ia menilai, langkah tersebut menjadi salah satu upaya sederhana untuk mencegah penularan kepada orang lain.

Baca Juga:Okupansi RSUD Otista Melonjak, Pasien IGD Didominasi Anak Kasus ISPA dan DiareTren ISPA dan ILI Naik, Dinkes KBB Minta Masyarakat Waspada

“Jadi kalau yang sakit saja yang pakai masker, sebaiknya seperti itu,” kata Mulyati, Rabu (30/9/2026).

Untuk lingkungan sekolah di Kota Cimahi, Dinas Kesehatan juga belum mengeluarkan arahan agar kegiatan belajar mengajar dihentikan. Anak-anak masih diperbolehkan mengikuti pembelajaran seperti biasa selama berada dalam kondisi sehat.

Namun, anak yang sakit di Cimahi dianjurkan untuk tidak memaksakan diri masuk sekolah. Mulyati menegaskan, anak yang mengalami sakit sebaiknya beristirahat di rumah hingga kondisinya kembali pulih.

“Jadi memang kalau anak sakit pasti dokter juga akan memberikan istirahat,” tutur Mulyati.

Mulyati menjelaskan, keputusan untuk memberikan waktu istirahat kepada anak tetap berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di dokter, puskesmas, klinik, maupun rumah sakit.

Dengan demikian, aktivitas sekolah di Cimahi untuk sementara masih berjalan normal. Belum ada keputusan dari Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan mengenai penghentian kegiatan belajar mengajar secara langsung maupun penerapan pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Mulyati menyebut, pembelajaran jarak jauh di sekolah Cimahi hingga saat ini belum menjadi imbauan dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi. Pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus saluran pernapasan yang terjadi di masyarakat.

Baca Juga:Disparbud Perluas Ekosistem Wisata Ramah Muslim dengan SWJ MFTKasus Pitbull Serang Anak Jadi Sorotan, Ini Pesan Dispangtan Cimahi untuk Pemilik Hewan

“Anak-anak masih belajar seperti biasa, namun saya sampaikan bahwa kalau anak itu sakit ya sebaiknya diistirahatkan. Jangankan anak-anak, orang dewasa sakit pun istirahatlah saat ini,” beber Mulyati.

0 Komentar