Kasus Pitbull Serang Anak Jadi Sorotan, Ini Pesan Dispangtan Cimahi untuk Pemilik Hewan

Ilustrasi pitbull
Ilustrasi Anjing Pitbull. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus anjing pitbull menyerang bocah 9 tahun di Kabupaten Bandung menjadi perhatian. Korban bahkan harus menjalani operasi akibat luka-luka yang dialaminya.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi mengingatkan pemilik hewan peliharaan, khususnya anjing, agar tidak abai terhadap keamanan dan keselamatan lingkungan sekitar.

Plh Kepala Bidang Pertanian Dispangtan Kota Cimahi, drh Retno Wulan, mengatakan memelihara hewan bukan hanya soal memastikan kebutuhan makan dan kesehatannya terpenuhi.

Baca Juga:No Tipu-Tipu Club! JetZrek-in Aja Bareng Hearts2Hearts Buat Tunjukin Jati Diri Lo SesungguhnyaRSUD Ciamis Gratiskan Biaya Perawatan Balita Gizi Buruk, Hasil Pemeriksaan Holistik Masih Ditunggu

Pemilik juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan hewan peliharaan tidak membahayakan manusia maupun lingkungan.

“Pemilik hewan peliharaan harus memastikan kesehatan, keamanan, dan keselamatan baik manusia maupun hewan dalam memelihara,” ujar Retno, Sabtu (29/8/26).

Anjing Agresif Tak Selalu Karena Rabies

Retno menegaskan, perilaku agresif pada anjing peliharaan tidak selalu disebabkan virus rabies. Ada kondisi tertentu yang dapat membuat hewan menjadi lebih sensitif atau menyerang. Salah satunya ketika induk baru melahirkan. Respons terhadap lingkungan sekitar juga bisa menjadi pemicu perubahan perilaku pada hewan.

“Ada kalanya kasus pengigitan yang terjadi karena misal saat induk baru lahiran, atau karena respons dari lingkungan sekitar. Ada juga hewan yang berkarakter galak tapi tidak ditentukan oleh ras,” katanya.

Artinya, karakter agresif pada anjing tidak semata-mata ditentukan oleh jenis atau rasnya. Kondisi psikologis dan lingkungan juga dapat memengaruhi perilaku anjing yang agresif.

“Karena itu, pemilik perlu mengenali pemicu ketika hewan mulai stres atau menunjukkan perubahan perilaku,” tutur Retno.

Jangan Anggap Aman Meski Sudah Diikat

Menurut Retno, pemilik biasanya mengetahui kebiasaan dan pemicu yang membuat anjing menjadi agresif. Kondisi tersebut harus dikendalikan agar tidak menimbulkan risiko bagi orang lain.

Baca Juga:Polres Tasikmalaya Ungkap Kasus Curanmor, 3 Tersangka DiamankanUdang Windu Jadi Andalan Ekspor Perikanan, Tembus Pasar Global

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan hewan yang berpotensi agresif berada di luar rumah meski sudah diikat menggunakan tali.

“Jangan dibiarkan di luar meski diikat tali, sebab jika terjadi kasus seperti di Bandung apalagi terhadap anak kecil akan sangat membahayakan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting menyusul kasus pitbull menyerang anak di Kompleks Grand Cendana Residen, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

0 Komentar