Terkait kemungkinan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar apabila jumlah siswa yang sakit meningkat, Dinas Kesehatan Kota Cimahi tidak dapat mengambil keputusan secara sepihak. Pembahasan mengenai kebijakan sekolah dan PJJ di Cimahi nantinya perlu dilakukan bersama Dinas Pendidikan.
Mulyati mengatakan, Dinas Kesehatan akan memberikan masukan atau rekomendasi kepada Dinas Pendidikan apabila kondisi kesehatan masyarakat membutuhkan langkah khusus di lingkungan sekolah.
“Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga sudah mengeluarkan edaran, tentu terkait dengan pembelajaran jarak jauh dan lain-lain tentu tidak bisa kita putuskan sendiri. Harus bersama-sama dengan Dinas Pendidikan,” terangnya.
Baca Juga:Okupansi RSUD Otista Melonjak, Pasien IGD Didominasi Anak Kasus ISPA dan DiareTren ISPA dan ILI Naik, Dinkes KBB Minta Masyarakat Waspada
Artinya, PJJ di sekolah Kota Cimahi baru akan menjadi opsi apabila terdapat pertimbangan kesehatan yang membutuhkan kebijakan tersebut. Hingga Rabu (30/9/2026), Dinas Kesehatan Kota Cimahi menegaskan belum memberikan imbauan untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh.
Di tengah peningkatan kasus saluran pernapasan di Cimahi, masyarakat juga diminta tidak panik. Dinas Kesehatan mengingatkan warga agar tetap waspada dengan menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.
Mulyati mengimbau masyarakat Kota Cimahi untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mulai dari tidak merokok, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker ketika sakit, hingga menjaga pola makan.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan dengan menu seimbang, memperbanyak konsumsi buah, serta rutin melakukan aktivitas olahraga.
“Jadi itu beberapa himbauan yang tentu saya sampaikan kepada seluruh masyarakat di Kota Cimahi,” kata Mulyati. (Monk)
