Tiga Tahun Menanti, Arian Ingin Akhiri Perjalanan Bersama GPS dengan Gelar

Tiga Tahun Menanti, Arian Ingin Akhiri Perjalanan Bersama GPS dengan Gelar
Tiga Tahun Menanti, Arian Ingin Akhiri Perjalanan Bersama GPS dengan Gelar
0 Komentar

Bahkan bagi Arian, DBL tidak hanya menjadi panggung bagi pemain basket.

“Menurutku DBL itu event anak SMA banget. Walaupun si anak SMA ini nggak main basket, dia tetap excited buat nonton DBL,” tambahnya.

Tiga tahun berada di dalam skuad GPS Bandung bukan berarti semuanya berjalan tanpa hambatan. Arian sempat mengalami masa sulit ketika harus beradaptasi dengan kehidupan basket di jenjang SMA. Tekanan yang ia rasakan bahkan membuatnya beberapa kali menangis setelah latihan. Namun, fase tersebut justru menjadi bagian dari proses yang membentuk perjalanan Arian.

Baca Juga:Dari Laut hingga Dewi Parwati, Lima Cerita Indonesia di Best Five DBL Dance West Java-EastTak Tergoyahkan Sejak 2021, Penabur Cirebon Kembali Juara DBL West Java-East

“Aku sempat ada di titik down banget. Aku tuh nangis hampir beberapa kali beres latihan. Aku susah banget buat adaptasinya waktu SMA itu. Alhamdulillah dari perjalanan itu, aku bisa ada di titik sekarang,” ucapnya.

Perlahan, Arian mampu melewati masa tersebut. Ia terus berusaha mempertahankan tempatnya di skuad GPS Bandung hingga akhirnya memasuki musim ketiganya di DBL. Musim 2026 memiliki arti khusus bagi Arian.

Setelah tiga tahun bermain di DBL, ia harus menerima kenyataan bahwa musim ini menjadi kesempatan terakhirnya tampil sebagai pemain SMA. Perasaan campur aduk pun muncul.

“Tahun terakhir itu rasanya mixed feelings banget. Ada sedih ada senangnya. Senang karena masih dikasih kepercayaan buat main selama tiga tahun. Sedihnya karena tahun depan sudah nggak bisa merasakan lagi,” terangnya.

Karena itu, Arian ingin menikmati setiap momen yang tersisa.

Latihan, persiapan pertandingan, hingga kebersamaan bersama tim menjadi kenangan yang ingin ia simpan setelah lulus nanti.

“Buat aku, aku mau menikmati tahun terakhir aku main di DBL. Mengenang masa-masa waktu latihan terus mempersiapkan diri yang bener-bener harus all out. Dari itu semua, aku yakin nggak akan bisa terulang lagi waktu nanti kita lulus SMA,” imbuhnya.

Kini, Arian berada di titik yang dulu hanya bisa ia bayangkan ketika masih SMP. Ia sudah bermain di DBL. Bahkan, ia sudah merasakan panggung tersebut selama tiga musim.

0 Komentar