Dampak dari Bakti PDKB tersebut juga tercermin dari besarnya energi yang tetap dapat disalurkan kepada pelanggan selama pekerjaan berlangsung. Dari pelaksanaan pemeliharaan serentak ini, PLN memperkirakan dapat menyelamatkan potensi energi tidak tersalurkan sebesar 1.022.055 kilowatt hour (kWh) atau senilai sekitar Rp1,038 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan peran PDKB dalam mempertemukan dua kebutuhan sekaligus, yakni memastikan jaringan mendapatkan pemeliharaan yang diperlukan dan menjaga agar listrik tetap dapat dimanfaatkan pelanggan selama pekerjaan memungkinkan dilakukan dalam kondisi bertegangan.
“Bagi kami, kontribusi PDKB bukan hanya dilihat dari berapa banyak titik jaringan yang berhasil ditangani. Yang lebih penting adalah bagaimana pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi pelanggan. Ketika pemeliharaan dapat dilakukan tanpa penghentian pasokan, masyarakat tetap bisa belajar, bekerja, menjalankan usaha, dan memperoleh pelayanan publik dengan dukungan listrik,” tambah Muhammad Joharifin.
Baca Juga:HPCI Bandung Chapter Rayakan Anniversary yang ke-15, Kuatkan Solidaritas di PangalenganMenembus Pegunungan, Mantri BRI Setia Dampingi Warga Garut Selatan
Dalam Bakti PDKB di Kuningan, tim menangani enam jenis pekerjaan, yakni pemasangan Lightning Arrester Jaring, pemasangan Protective Sleeve, pemeliharaan FCO Jaring, penggantian Lightning Arrester Jaring, pemeliharaan Konduktor Terurai, serta pemeliharaan Jumper Atas.
Seluruh pekerjaan dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi khusus dengan menggunakan peralatan dan prosedur kerja sesuai standar keselamatan. Bagi PLN, menjaga kontinuitas pasokan melalui PDKB tetap harus berjalan beriringan dengan keselamatan seluruh personel yang bekerja.
Kolaborasi tiga unit induk dalam Bakti PDKB juga memperkuat kemampuan PLN melakukan pemeliharaan jaringan dalam skala besar. UID Jawa Barat, UID Jawa Tengah, dan UID Yogyakarta mengerahkan tim PDKB untuk menangani ratusan titik jaringan secara serentak dalam satu rangkaian pekerjaan.
Melalui Bakti PDKB, PLN terus memperkuat pola pemeliharaan yang tidak hanya berorientasi pada kondisi jaringan, tetapi juga pada dampaknya bagi pelanggan. Di tengah ratusan titik yang dikerjakan, listrik tetap mengalir sehingga masyarakat dapat terus belajar, bekerja, menjalankan usaha, dan memperoleh pelayanan publik dengan dukungan pasokan listrik yang andal.
