Selama berada di Bumi Perkemahan Pakuhaji, para siswa mendapatkan berbagai materi dasar kepramukaan, mulai dari Morse, Ketangkasan Halang Rintang, kerja sama kelompok hingga aktivitas yang membutuhkan kemampuan memecahkan persoalan.
“Mereka dikasih edukasi, jadi tahu ilmu Pramuka, termasuk dalam kegiatan ini ada ilmu Pramukanya seperti kode-kode Pramuka lalu ada Morse, Sandi Rumput,” jelasnya.
Selain belajar keterampilan kepramukaan, Perkemahan Pramuka MTsN Kota Cimahi tahun ini juga lebih banyak mengandalkan aktivitas luar ruangan. Siswa mengikuti outbound, permainan, dinamika kelompok dan berbagai kegiatan pos.
Naik Truk TNI, Siswa Tinggalkan HP
Baca Juga:Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama untuk Seluruh EtnisDBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama Delapan
Salah satu hal yang berbeda dalam Perkemahan Pramuka Kreasi MTsN Kota Cimahi 2026 adalah penggunaan truk TNI untuk mengangkut para peserta menuju lokasi perkemahan.
Rubaitun mengatakan, sekitar 10 truk digunakan untuk membawa 350 siswa dari titik kumpul di kawasan Lapang Tembak Gunung Bohong menuju Bumi Perkemahan Pakuhaji.
“Sekarang kita menggunakan kendaraan TNI supaya ada lebih merasa naik truk. Dengan TNI, jadi kebersamaannya lebih banyak,” ungkapnya.
Tak hanya soal transportasi, sekolah juga menerapkan aturan khusus selama perkemahan Pramuka. Para siswa dilarang membawa telepon seluler atau HP selama mengikuti kegiatan.
“Jadi mereka setidaknya dua hari ini lepas dari HP. Mereka tidak boleh bawa HP,” tegas Rubaitun.
Jika orang tua ingin berkomunikasi dengan anak, komunikasi dapat dilakukan melalui wali kelas atau pembimbing yang mendampingi peserta selama kegiatan.
Menurut Rubaitun, aturan tanpa HP tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada siswa untuk lebih fokus pada interaksi, kegiatan lapangan dan kreativitas.
Baca Juga:Dari Semarang ke Bandung, Papi Okky Jadi Saksi Tembakan Penentu Sky di Honda DBL with Kopi Good DayDari Sekolah hingga Alumni, Ada Banyak Tangan di Balik Langkah Arzenic
“Selain itu juga banyaknya kegiatan lapangan. Jadi mereka tidak boleh bawa HP,” katanya.
Bagi Rubaitun, rangkaian kegiatan Pramuka tersebut diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi siswa setelah kembali ke lingkungan sekolah dan keluarga.
“Harapannya, mereka berakhlak, berkarakter yang baik. Kemudian mereka menjadi anak-anak yang mandiri, terus bekerja sama dalam hal-hal yang baik,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu mendorong siswa lebih kreatif dan berani menunjukkan potensi yang dimiliki.
