“Anak-anak ini sebenarnya asal kita fasilitasi, kita beri ruang untuk berkreativitas, itu punya kreativitas,” kata Rubaitun.
Sementara itu, Ketua Panitia Perkemahan Pramuka Kreasi, Ridhwan Ahmad Nurdiyana, menyebut total peserta mencapai 350 siswa kelas VII. Rinciannya, 212 siswa putri dan 138 siswa putra.
“Untuk jumlah peserta, dari kelas 7 itu siswa putri berjumlah 212, siswa putra berjumlah 138. Semuanya total 350 untuk pesertanya,” kata Ridhwan.
Baca Juga:Ahmad Luthfi Sebut Jawa Tengah Rumah Bersama untuk Seluruh EtnisDBL Camp Jadi Modal Fahar untuk Menjalani Musim Terakhir Bersama Delapan
Kegiatan tersebut juga didukung 60 kakak pembimbing dari kelas VIII dan IX yang berasal dari ekstrakurikuler Pramuka, OSIS serta PMR.
Ridhwan mengatakan, kegiatan Pramuka di MTsN Kota Cimahi tahun ini lebih banyak diarahkan pada aktivitas yang membuat siswa bergerak dan berinteraksi secara langsung.
“Perbedaannya untuk tahun ini kegiatannya banyak di luar ruangan. Seperti outbound, kemudian pos to pos, game. Jadi anak lebih bebas bergerak aktif,” ujarnya.
Materi Hingga Api Unggun
Koordinator Acara, Sera Meliati Sutaryo, menjelaskan Perkemahan Pramuka Kreasi yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, 19–20 September 2026.
Hari pertama, kata Sera, kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari titik kumpul di Gunung Bohong. Setelah tiba di Bumi Perkemahan Pakuhaji, siswa langsung mengikuti dinamika kelompok.
“Kita fokusnya sekarang kegiatan mengasah keterampilan anak, edukatif, kreatif, tapi di alam terbuka. Jadi mengandalkan keterampilan-keterampilan dasar kepramukaan,” ujar Sera.
Menurutnya, para siswa didorong menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan persoalan selama mengikuti aktivitas Pramuka di alam terbuka.
Baca Juga:Dari Semarang ke Bandung, Papi Okky Jadi Saksi Tembakan Penentu Sky di Honda DBL with Kopi Good DayDari Sekolah hingga Alumni, Ada Banyak Tangan di Balik Langkah Arzenic
“Setidaknya anak-anak mampu menyelesaikan masalahnya dengan pengalamannya di lapangan, ilmu-ilmu dasar kepramukaan,” katanya.
Selain materi kepramukaan, unsur keagamaan juga tetap menjadi bagian utama. Siswa mengikuti salat berjamaah, tadarus, tausiyah dan renungan.
Sera menuturkan, dalam Perkemahan Pramuka MTsN Kota Cimahi, terdapat sejumlah materi utama. Salah satunya dinamika kelompok, kemudian lomba Peraturan Baris-Berbaris atau PBB.
Ada pula kegiatan Jejak Pramuka yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis atau critical thinking para peserta.
“Tujuannya, bagaimana mereka yang paling baik dalam analisisnya, pasti mereka yang akan mampu memecahkan masalah di lapangan,” jelas Sera.
