Ofik menyebut keberlangsungan SSC tidak lepas dari regenerasi. Sejumlah penerus seperti Kang Ana dan Kang Abis turut melanjutkan eksistensi komunitas pencinta The Rolling Stones tersebut.
“Alhamdulillah Sarijadi Stones Complex itu bisa eksis sampai sekarang. Nah, sekarang kebetulan Kang Ana juga Kang Abis sebagai penerus-penerusnya,” tuturnya.
Menariknya, kecintaan terhadap musik The Rolling Stones juga tidak berhenti pada generasi lama. Musik band legendaris asal Inggris tersebut justru terus dikenalkan kepada anak-anak dan generasi muda, termasuk keluarga para anggota SSC.
Baca Juga:Tiga Rumah Panggung di Bojonggambir Ludes Dilalap Api, Diduga Bara Tungku Gula Aren Jadi PemicuKebun Raya Kenalkan Koleksi Tumbuhan Indonesia di FLOII Expo 2026 Lewat Booth Interaktif
Bagi Ofik, salah satu alasan The Rolling Stones mampu bertahan lintas generasi karena musiknya universal dan relatif mudah dicerna. Musik rock and roll yang sederhana membuat para pemula lebih mudah mengikuti dan belajar bermain musik.
“Intinya kan The Rolling Stones itu dulu kita menyalurkan bakat hobi buat main musik,” ujarnya.
Kecintaan itu bahkan diteruskan Ofik kepada anak-anaknya. Sejak masih duduk di SD, SMP hingga SMA, anak-anaknya juga mulai memainkan musik The Rolling Stones. Hal serupa terjadi pada anak-anak dari rekan-rekan sesama anggota SSC.
Bagi Ofik, kesederhanaan musik The Rolling Stones justru menjadi daya tarik tersendiri. Lagu-lagunya dinilai mudah dimainkan, tetapi tetap memiliki karakter kuat dan mampu dikenal hingga berbagai penjuru dunia.
Semangat para personel The Rolling Stones yang tetap aktif di usia lanjut juga menjadi inspirasi tersendiri bagi komunitas Sarijadi Stones Complex. Sosok seperti Mick Jagger dan Keith Richards dinilai menunjukkan bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan bermusik.
Semangat tersebut kemudian dibawa dalam acara Sound Alliance Sarijadi Stones Complex. Bahkan, para ibu-ibu komplek turut diajak tampil membawakan musik The Rolling Stones menggunakan angklung.
Ofik menyebut keterlibatan ibu-ibu tersebut menjadi bagian dari semangat regenerasi sekaligus membuktikan bahwa bermain musik tidak mengenal batas usia.
Baca Juga:Kunjungi Tasik, Kapolda Intruksikan Tindak Tegas dan Terukur untuk Begal dan Geng Motor Pembuat OnarKSP Tuntaskan Hambatan Perizinan dan Percepat Pengoperasian Jargas Rumah Tangga
“Doktrin tadi, Mick Jagger aja umur 81, sedangkan ibu-ibu yang masih umur 40-50-an masih kerap ada yang bilang, ‘Ah, main musik tuh kita udah ketuaan’. The Rolling Stones, Mick Jagger udah 81 tahun aja masih jingkrak-jingkrak,” tandas Ofik.
