Dugaan Keracunan MBG di Padalarang Masih Diselidiki

Dugaan Keracunan MBG di Padalarang Masih Diselidiki
Ilustrasi: Petugas kesehatan tengah mengambil sampel untuk di uji laboratorium. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Penyebab puluhan siswa SDN 2 Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB telah mengambil sejumlah sampel makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padalarang Cipeundeuy untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

Kepala Dinkes KBB, Lia N. Sukandar mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan zat kimia maupun mikroorganisme yang berpotensi menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Baca Juga:Puluhan Siswa Sakit, SPPG Cipeundeuy Bantah MBG Jadi Biang KeracunanBGN Bekukan SPPG Padalarang Imbas Dugaan Keracunan MBG

“Sampelnya sudah kami kirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Kita tunggu hasilnya, karena dari sana nanti bisa diketahui apakah ada kandungan tertentu yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata Lia dalam siaran persnya, Selasa (15/9/2026).

Ia menyebutkan, hasil pemeriksaan diperkirakan dapat diketahui paling lambat satu pekan. Dinkes masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban sembari menunggu hasil uji laboratorium tersebut.

Berdasarkan pendataan Dinkes KBB, sebanyak 33 orang telah mendapatkan penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG. Mereka menjalani perawatan di RSUD Cibabat, RS IMC Cimareme, RS Graha Medica, serta Klinik Harapan Sehat.

Dari puluhan korban tersebut, sebagian besar telah dinyatakan membaik. Hingga saat ini, masih terdapat delapan orang yang menjalani proses pemulihan, terdiri dari satu pasien di RSUD Cibabat dan tujuh pasien di RS IMC Cimareme.

“Secara umum kondisi korban sudah membaik. Saat ini tinggal delapan orang yang masih dalam proses pemulihan dan terus mendapat penanganan medis,” ujarnya.

Sementara itu, SPPG Padalarang Cipeundeuy sebelumnya menyatakan makanan MBG yang dibagikan kepada siswa telah melalui tahapan pengolahan dan pendistribusian sesuai prosedur.

Kepala SPPG Padalarang Cipeundeuy, Maulana Hamdan Fathussudur mengatakan, makanan yang dibagikan pada Rabu tersebut berupa menu ayam bumbu lada hitam. Ia menyebut proses pengiriman ke sekolah dilakukan setelah makanan selesai disiapkan.

Baca Juga:Usai Konsumsi MBG, Puluhan Siswa SDN 2 Cipeundeuy Alami Gangguan KesehatanMBG KBB Bermasalah, Ombudsman Desak SPPG Penyebab Keracunan Ditutup Permanen

“Menu yang dibagikan saat itu ayam bumbu lada hitam. Setelah proses persiapan selesai, makanan langsung kami distribusikan ke sekolah-sekolah penerima,” kata Maulana.

0 Komentar