JABAR EKSPRES – Sebanyak 30 siswa dari tiga sekolah di Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padalarang Cipeundeuy belum bisa memastikan makanan yang mereka produksi menjadi penyebabnya.
Kepala SPPG Padalarang Cipeundeuy, Maulana Hamdan Fathussudur, justru mempertanyakan jeda waktu antara pembagian makanan dan munculnya keluhan pada para siswa. Menu yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dibagikan pada Rabu, sedangkan mayoritas siswa disebut baru merasakan gangguan kesehatan pada Jumat (11/9/2026).
Baca Juga:MOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga RestoTower 30 Meter Roboh Saat Dibongkar, Satu Pekerja Tewas dan Satu Luka Parah
“Ini masih perlu ditelusuri lagi. Kalau makanannya dibagikan Rabu, sementara mayoritas keluhan baru muncul Jumat, kita belum bisa memastikan apakah memang berasal dari makanan tersebut,” ujar Maulana saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Menurut Maulana, pihak SPPG telah mendatangi sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan untuk menggali informasi terkait waktu munculnya keluhan dan kronologi yang mereka alami.
Dari penelusuran awal tersebut, pihak SPPG memperoleh informasi bahwa mayoritas siswa mulai merasakan keluhan pada Jumat. Kondisi itu membuat pengelola belum berani menyimpulkan makanan MBG sebagai sumber gangguan kesehatan.
“Untuk tanggung jawab kepada para korban, kami sudah berkunjung dan menanyakan kronologinya, termasuk kapan mulai merasakan sakit. Informasi yang kami dapat, mayoritas memang merasakan keluhan pada Jumat,” katanya.
SPPG Padalarang Cipeundeuy diketahui menyuplai makanan MBG ke 11 sekolah dengan total penerima manfaat mencapai 1.407 siswa. Dari jumlah tersebut, keluhan kesehatan dilaporkan terjadi pada 30 siswa dari tiga sekolah.
Sebanyak 18 siswa sempat menjalani perawatan. Tiga orang di antaranya diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
“Yang sudah kami konfirmasi sejak Sabtu ada 18 orang yang menjalani perawatan. Tiga di antaranya sudah dipulangkan,” ungkap Maulana.
Baca Juga:WALHI Jabar Soroti Rencana Turnamen Offroad Piala Panglima TNI di Ciwidey Bandung, Desak Dihentikan PGN Perkuat Strategi Komersial Guna Perluas Pasar dan Konektivitas Gas Bumi Nasional
Adapun menu MBG yang dibagikan pada Rabu tersebut berupa ayam bumbu lada hitam. Maulana menegaskan, proses penyajian dan distribusi makanan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Jenis menunya ayam bumbu lada hitam. Dari sisi waktu dan penyajian sudah sesuai SOP,” ujarnya.
