Bulgaria Jadi Pintu Masuk Produk Indonesia ke Pasar Uni Eropa

Mendag
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (kanan) dan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Ekonomi Bulgaria Alexander Poulev (kiri) melakukan pertemuan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Indonesia melihat Bulgaria sebagai salah satu pintu potensial untuk memperluas penetrasi produk nasional ke pasar Uni Eropa. Peluang tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Bulgaria Alexander Poulev di Jakarta, Senin.

Mendag mengatakan Indonesia dan Bulgaria memiliki hubungan diplomatic yang telah terjalin selama 70 tahun. Oleh karena itu, keduanya berkomitmen untuk lebih meningkatkan perdagangan.

“Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Kami harap, pertemuan hari ini dapat mendorong terwujudnya peningkatan tersebut,” ujar Budi dikutip dari ANTARA, Selasa (15/9).

Baca Juga:Dinilai Memiliki Peluang Besar, Menekraf Dorong Teknologi Indonesia Tembus Pasar GlobalPenangkapan Oknum PPPK oleh Polres Tasikmalaya Munculkan Korban Lain Asal Cianjur hingga Terlilit Pinjol Puluh

Budi mengatakan posisi Bulgaria sebagai negara di kawasan timur Uni Eropa dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses produk Indonesia ke pasar Eropa Tenggara maupun Uni Eropa secara lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, Budi juga meminta dukungan Bulgaria terhadap target implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang diharapkan dapat terealisasi pada awal 2027.

Menurut Budi, implementasi perjanjian tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Bulgaria.

Wakil Perdana Menteri Bulgaria Alexander Poulev menyambut baik upaya penguatan hubungan ekonomi dengan Indonesia. Ia menilai hubungan diplomatik kedua negara yang telah berlangsung selama 70 tahun dapat menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi.

“Sebagai negara yang berada di timur Uni Eropa, kami bisa menjadi gerbang bagi Perusahaan Indonesia untuk menembus pasar Uni Eropa dengan populasi 450 juta jiwa,” ujar Wakil PM Poulev.

Poulev juga menyatakan dukungannya terhadap rencana implementasi I-EU CEPA. Menurut dia, masih terdapat banyak sektor yang berpotensi dikembangkan bersama, antara lain pertanian, komponen otomotif, serta perdagangan produk daging yang memenuhi persyaratan halal.

Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Bulgaria mengundang Indonesia mengaktifkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) pada semester pertama 2027.

Baca Juga:Harga Minyak Tembus US$100, APBN dan Inflasi Indonesia Berpotensi TertekanDua Tahun Menanti, GPS Bandung Akhirnya Wujudkan Mimpi Tampil di DBL

Hubungan perdagangan kedua negara saat ini masih memberikan surplus bagi Indonesia. Total perdagangan Indonesia-Bulgaria pada 2025 mencapai 230,8 juta dolar AS, dengan surplus Indonesia sebesar 64,2 juta dolar AS.

0 Komentar