Dinilai Memiliki Peluang Besar, Menekraf Dorong Teknologi Indonesia Tembus Pasar Global

Dinilai Memiliki Peluang Besar, Menekraf Dorong Teknologi Indonesia Tembus Pasar Global
Ilustrasi teknologi tembus pasar global. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perusahaan teknologi asal Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar ke tingkat global seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap solusi berbasis teknologi.

Pemerintah pun mendorong pelaku industri kreatif dan startup teknologi tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi mampu mengubah inovasi menjadi bisnis yang berkelanjutan dan kompetitif.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan Indonesia memiliki modal penting untuk mengembangkan industri teknologi, mulai dari talenta, pasar domestik, hingga kebutuhan industri yang terus berkembang.

Baca Juga:Penangkapan Oknum PPPK oleh Polres Tasikmalaya Munculkan Korban Lain Asal Cianjur hingga Terlilit Pinjol PuluhHarga Minyak Tembus US$100, APBN dan Inflasi Indonesia Berpotensi Tertekan

Menurut dia, tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi yang lahir dari Indonesia memiliki nilai tambah, dapat dikomersialisasikan, serta mampu bersaing di pasar internasional.

“Indonesia memiliki talenta, pasar, dan kebutuhan industry yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi inovasi teknologi, seperti yang ditunjukkan oleh McEasy. Tantangannya adalah memastikan inovasi tersebut terus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah, mampu dikomersialisasikan, dan pada akhirnya dapat bersaing di pasar global,” ujar Riefky.

Salah satu perusahaan yang dinilai menunjukkan perkembangan tersebut adalah McEasy. Perusahaan teknologi yang berdiri sejak 2017 itu mengembangkan solusi digital untuk mendukung ekosistem mobilitas, transportasi, dan logistik.

Perkembangan bisnis McEasy turut mendapat perhatian investor. Perusahaan tersebut berhasil memperoleh pendanaan Seri B sebesar 9 juta dolar AS dari Integra Partners, perusahaan modal ventura berbasis Singapura, serta fasilitas growth debt dari InnoVen Capital. Sebelumnya, McEasy juga mendapatkan pendanaan tahap Seed dan Seri A dari East Ventures dan Granite Asia.

Dari sisi penggunaan produk, teknologi McEasy kini telah dimanfaatkan sekitar 2.000 perusahaan. Sistem perusahaan tersebut juga mencatat sekitar 350 juta kilometer perjalanan kendaraan setiap bulan, menghasilkan basis data yang dapat dikembangkan untuk kebutuhan analitik dan kecerdasan artifisial.

Co-Founder dan CEO McEasy Raymond Sutjiono mengatakan pendanaan Seri B akan digunakan untuk mempercepat pengembangan teknologi analitik dan kecerdasan artifisial sekaligus mendukung ekspansi bisnis ke pasar Asia Tenggara.

“Pendanaan ini memungkinkan kami beralih dari sekadar merekam menjadi mampu memprediksi, merubah Sembilan tahun data kendaraan menjadi model AI yang membantu operator armada mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan hanya apa yang sudah terjadi,” ujar Raymond.

0 Komentar