Dari Pemain NBL hingga Pelatih DBL, Handika Priya Terus Memburu Pengalaman

Pelatih Basket Tim Putri SMA BPK Penabur Cirebon Handika Priya Saputra
Pelatih Basket Tim Putri SMA BPK Penabur Cirebon Handika Priya Saputra
0 Komentar

Ada proses belajar yang juga harus terus dijalani oleh seorang pelatih. Ia memegang prinsip bahwa ilmu dapat diperoleh dari siapa saja.

Karena itu, setiap kesempatan dan perjalanan yang dilaluinya selalu dianggap sebagai ruang untuk menambah pengalaman.

“Saya punya prinsip ilmu itu bisa datang dari siapa saja. Dan saya sebagai pelatih harus terus belajar dan berkembang. Karena saya percaya dari setiap perjalanan atau kesempatan yang diberikan, selalu ada hal yang bisa saya pelajari dan jadikan itu sebagai pengalaman,” ceritanya.

Baca Juga:Dari Mager Jadi Punya Mimpi Besar, Basket Mengubah Perjalanan Neymi NaftalieVokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke Tasikmalaya

Perkembangan basket yang semakin pesat juga menuntut pelatih untuk terus beradaptasi.

Menurut Handika, pendekatan yang diterapkan pada pemain saat ini tidak bisa sepenuhnya disamakan dengan metode yang digunakan pada masa lalu.

“Sekarang kan basket juga sudah sangat jauh berkembang. Kita nggak bisa tuh menerapkan beberapa hal lama kepada anak-anak. Harus juga ikut adaptasi juga pelatihnya,” tambahnya.

Pengalaman melatih di dua wilayah berbeda juga membuat Handika melihat adanya kesamaan dalam atmosfer kompetisi DBL. Setelah pernah merasakan antusiasme di Surabaya, ia kini menemukan semangat serupa di Bandung.

“Menurut saya DBL ini tetap jadi muaranya anak-anak main basket. Antusiasnya di sini (Bandung) sama waktu saya di Surabaya juga sama. Semua berlomba-lomba buat kasih yang terbaik untuk sekolahnya,” tandasnya.

Kehadiran Handika di Penabur Cirebon pun langsung dibarengi hasil positif. Pada pertandingan perdana Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East, tim putri Penabur Cirebon berhasil mengalahkan SMAN 1 Bandung dengan skor telak 48-6.

Inez Welly tampil sebagai pencetak angka terbanyak dengan kontribusi 16 poin dan 5 steal. Ia juga mencatatkan efektivitas tinggi dari area dua angka dengan memasukkan 8 dari 11 percobaan atau mencapai 72 persen.

Baca Juga:Tasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di SeragamAPBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur Publik

Bagi Handika, perjalanan bersama Penabur Cirebon masih panjang. Namun, satu hal yang tetap menjadi pegangan adalah semangat untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengumpulkan pengalaman di setiap kesempatan yang datang.

0 Komentar